Selama Kemarau, Hutan di Kota Batu Terbakar 14 Kali

MALANGTIMES - Hutan di Kota Batu sangat rawan terbakar. Selama musim kemarau, mulai bulan Agustus hingga awal November tercatat ada 14 kali kebakaran hutan. Kebakaran lahan dan hutan itu berada di kawasan di tiga kecamatan di Kota Batu. 

Rata-rata kebakaran lahan dan hutan yang terjadi itu ternyata karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab dengan membakar tumpukan rumput kering dan daun pinus. Kemudian ditinggalkan hingga menjalar ke pohon pinus dan pohon bambu.

“Diperkirakan karena faktor manusia dan faktor hembusan angin yang cukup kencang sehingga mengakibatkan api cepat menyebar,” ungkap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan (BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Kebakaran lahan hutan itu terjadi dimulai pada bulan Agustus Gunung buthak dengan luas lahan yang terbakar 10 hektar. Lalu di petak 228 B RPH Oro oro Ombo, BKPH Pujon, KPH Malang, Kawasan Lereng Wilayah Selatan Gunung Panderman, Kota Batu terbakar diselua 2 hektar. 

Lalu di Jl Trunojoyo Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu di lahan tuhan seluas 1000 meter persegi. Kemudian di area Perbukitan di atas Villa Cery Desa Sumberjo Kecamatan Batu di lahan tuhan seluas 1000 meter persegi.

Di titik lainnya ada di lahan Petak 228 Dusun Kungkuk Desa Punten Kecamatan Bumiaji, di lahan tuhan seluas 2 hektar. Di Petak 21, Dusun Pagergunung Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji terbakar lahan hutan seluas 2 hektar. 

Lainnya ada pada bulan Oktober berada di Lereng Gunung Panderman Petak 224 D, Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu kebakaran terjadi seluas 0,25 hektar. Lalu di Petak 4a RPH Punten Dusun Santrean, Desa Sumberjo, Kecamatan Batu di lahan hutan pinus yang terbakar seluas 2,5 hektar.

Kebakaran juga ada di Jl Indragiri dekat Hotel Orchid Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu, yang terbakar adalah ilalang di sekitar rumpun bambu terbakar sekitar 10 meter persegi. Lainnya di Desa Mojorejo RT 20 RW 03 Kecamatan Junrejo yang terbakar adalah lahan rumpun bambu.

Dan kebakaran hutan dan lahan di Petak 233b RPH Oro-oro Ombo, KPH Pujon, Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu seluas 5 hektar. 

Hingga awal bulan November ini ada dua kejadian kebakaran. Yakni berada di petak 22A RPH Punten Dusun Pagergunung Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji. Perbukitan belakang Kusuma Agrowisata Kelurahan Ngaglik Kecamatan Batu lahan hutan yang terbakar seluar 1,5 hektar.

Menurutnya, ke depan  kebakaran lahan menjadi perhatian utama melihat lokasi kekabaran menjadi salah satu yang utama agar bisa lebih cepat menangani kebakaran. “Melihat selama ini penanganan hutan ini masih bukan fokus utama. Sehingga ke depannya lebih bisa maksimalkan,” kata Rochim.

Ia menambahkan masih ada banyak hal yang masih kurang dalam penanganan kebakaran lahan ini. Mulai dari skill Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang, hinga perlengkapan yang kurang memadai. 

“Skill dan perlengkapan ini penting supaya penanganan bisa cepat. Jangan sampai juga, karena tidak punya skill menjadi korban saat kebakaran lahan,” imbuhnya.

Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top