Satu Rumah Satu Jumantik, Gemas PSN Puskesmas Pandanwangi Kembali Tekan Wabah Demam Berdarah

Gemas PSN RW 9 Pandanwangi (foto: Lilik for Malang Times)
Gemas PSN RW 9 Pandanwangi (foto: Lilik for Malang Times)

MALANGTIMES - Puskesmas Pandanwangi sebelumnya sudah berhasil menurunkan angka kasus demam berdarah menjadi 0 di RW 9. Sebelumnya, pada tahun 2015 penderita demam berdarah berjumlah 11 orang. Parahnya, ada 2 penderita yang meninggal karena penyakit tersebut. Oleh karena itu Puskesmas Pandanwangi membuat program Gemas PSN (Gerakan Masyarakat Peduli Pemberantasan Sarang Nyamuk).

"Yaitu dilakukan pemeriksaan pemeriksaan jentik dari rumah ke rumah setiap sebulan sekali," ujar Kepala Puskesmas Pandanwangi dr. Sri Purwani.

Lebih lanjut Sri menyatakan apabila ditemukan jentik maka akan dilakukan intervensi dan edukasi terkait pengurasan di kamar mandi. Nah, berkat program tersebut, pada tahun 2016 hingga 2018 kasus demam berdarah tidak ditemukan lagi.

Setelah di RW 9, baru-baru ini ditemukan lagi kasus demam berdarah sejumlah 2 penderita di RW 2 Pandanwangi. Puskesmas Pandanwangi langsung mengadakan survei ke lokasi. Sanitarian Puskesmas Pandanwangi Lilik Yuliati SKL menyatakan bahwa dari 19 rumah di sekitar penderita tersebut, sejumlah 7 rumah positif jentik. Padahal, menurut Lilik angka bebas jentik itu harusnya lebih dari 95 persen.

"Artinya dari 20 rumah itu 95 persennya harus negatif tapi itu hampir separuhnya," ujarnya tadi (10/11).

Untuk itu Lilik dan timnya akan melaksanakan pendampingan satu rumah satu jumantik, Pendampingan Gemas PSN dengan satu rumah satu jumantik. Juru pemantau jentik adalah anggota masyarakat yang secara sukarela memantau keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di lingkungannya dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin.

"Besok tanggal 20 kita melaksanakan pendampingan pembentukan satu rumah satu jumantik," ungkapnya.

Untuk diketahui, program ini dilaksanakan sesuai dengan Permenkes tentang pemberantasan DB. Berkat berbagai upaya Puskesmas Pandanwangi ini, sudah 2 tahun lamanya tidak pernah ada permintaan fogging dari masyarakat.

Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top