Sedini Mungkin Ibu Hamil Perlu Periksa Gigi, Gizi, dan HIV, Simak Penjelasannya

Ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil

MALANGTIMES - Mengapa ibu hamil perlu pemeriksaan secara menyeluruh? Bukan hanya periksa kehamilannya saja tapi juga gigi, gizi, hingga pemeriksaan laboratorium?

Sebagian masyarakat heran, mengapa ibu hamil perlu diperiksa giginya? Pada saat pertumbuhan janin, tentu bayi membutuhkan kalsium. Sebab ada pembentukan tulang. Nah, tanda gejala kalsium kurang dalam tubuh adalah adanya karies gigi atau gigi terkikis. Hal ini dinyatakan oleh Bidan Puskesmas Pandanwangi Lully Widadianty  A.Md. Keb saat ditemui di kantornya tadi (10/11). 

"Nah, kalau sudah seperti itu si bayi makannya dari mana?" ujarnya.

Nah, apabila sudah ketahuan kalau ibu kurang kalsium maka harus ditangani. Berarti, harus diasup dengan kalsium agar tidak bertambah parah. Selain pemeriksaan gigi, ibu hamil juga harus diperiksa gizinya. Hal ini bisa dilihat daru lingkar lengan ibu.

Apabila gizi kurang maka diperlukan terapi agar ibu hamil asupan gizinya cukup. Sebab, kalau dibiarkan kurang gizi maka akan berefek ke janin.

"Nanti bisa berat badannya kurang, anemia, kurang gizi, pendarahan, abortus, lahir prematur," ungkap bidan yang didapuk sebagai bidan teladan Kota Malang ini.

Itu artinya sama saja dengan tidak meningkatkan sumber daya manusia. Lebih lanjut ia menegaskan bahwa yang dimaksud gizi cukup itu bukan ibu yang gemuk, melainkan ibu yang sehat agar melahirkan generasi-generasi yang sehat juga.

Nah, selanjutnya adalah pemeriksaan HIV. Ibu hamil yang terjangkit HIV yang usia kandungannya masih sedikit maka bayi masih bisa diselamatkan. Yakni dengan pemberian obat antiviral.

Menurut Lully, HIV sebenarnya adalah suatu virus yang menurunkan daya tahan tubuh. Kalau daya tahan tubuh menurun maka penyakit penyerta yang lain. akan masuk. Misalnya, ada orang batuk di sekitar maka penderita HIV akan cepat tertular. Begitu juga penyakit-penyakit lain.

"Gampang ketularan karena daya tahan tubuhnya turun makanya akan diasup dengan yang namanya antiretroviral," ungkapnya.

Nah, sudah diberi obat itu maka daya tahan tubuh Orang Dengan HIV/AIDS akan naik. Begitu juga dengan ibu hamil. Kalau diketahui secara dini pada mulai dari awal kehamilan maka akan segera diberikan pengobatan agar kemungkinan mencegah penularan HIV dari ibu ke janin juga tinggi. "Beda kalau sudah usia 9 bulan baru tahu kalau HIV. Nah itu yang rentang dan tidak kita inginkan," ujar Lully.

Untuk diketahui, di Pandanwangi sendiri sudah 3 ibu hamil yang ketahuan HIV.

Editor : A Yahya
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top