Unik, Tak Sekedar Fashion Show, Batik Bantengan Khas Kota Batu Ini Dipamerkan dengan Teaterikal

Batik tulis bantengan yang dipakai oleh model di Lippo Plaza Mall. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Batik tulis bantengan yang dipakai oleh model di Lippo Plaza Mall. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bantengan merupakan kesenian tradisional yang khas dari Kota Batu. Untuk mempertahankan kesenian bantengan ini, Anjani Sekar Arum menuangkannya dalam karya fashion batik tulis.

Bagaimana karya perempuan asli Kota Batu tersebut? Setidaknya ada 10 karya terbaik batik tulis khas Kota Batu bercorak bantengan yang ia pamerkan di panggung Lippo Plaza Mall Kota Batu, Jumat (9/11/2018).

Ia mengaku, awal penciptaan karyanya adalah saat ia melihat belum ada batik yang menunjukkan ciri khas batik khusus yang menggambarkan Kota Batu. Dan ia pun terinspirasi membuat motif bantengan yang selama ini menjadi sebuah ciri khas kesenian dari Kota Batu.

Karena itu Anjani memperkuat karya yang dikenakan oleh 10 model itu tidak hanya sekadar melenggak-lenggok di atas panggung. Tetapi juga dipadu padankan menjadi sebuah drama singkat dengan penggambarkan kesan kesenian bantengan hadir ditengah-tengah fashion show tersebut.

Sambil memamerkan busana batik tulis bantengan yang dikenakan model itu, dilengkapi dengan membawa bunga-bunga dan dupa dimasing-masing tangajn model itu. Kepala bantengan itu juga hadir mengawali permukaan fashion show yang dibawa oleh Adi Sandix.

Kali ini batik tulis bantengan yang coba dihadirkan oleh Anjani adalah batik tulis banyengan dengan warna-warna klasik dengan model casual. Seperti colelat, hitam, dan warna-warna gelap lainnya dipersembahkan oleh Anjani kepada masyarakat. 

“Selama satu bulan ini proses pembuatan khusus batik tulis bantengan saya buat. Bahwa saya ingin menunjukkan kalau banteng bukan diambil dari sebuah kepartaian tetapi dari kesenian yang ada di Kota Batu yang khas,” ungkap Anjani.

Motif bantengan itu dipadu padankan dengan motif bunga-bunga hingga sayur dan buah-buahan. Melalui motif ini lanjutnya, ingun agar menjadi ikon batik dari Kota Batu. “Kalau sekarang batik apel sudah daridulu di pakai oleh Kabupaten Malang hingga saat ini. Sehingga saya ingin bantengan, kesenian kebudayaan dari Kota Batu terangkat,” imbuhnya.

Karena bantengan bagi Anjani harus dipertahankan menjadi sebuah kebudayaanyang harus dipertahankan di Kota Batu. Sehingga diperkuat hadirnya batik tulis bantengan. “Apalagi memang batik bantengan ini sudah ngetrend juga di mana-mana. Sebagai kota wisata kita juga harus mengangkat batin khas kita,” ujar warga Kelurahan Sisir Kecamtan Batu.

Telebih pemasaran batiknya itu sudah melalang buana di Indoensia. Dan luar negeri di Malaysia, Taiwan, Eropa, dan Australia. “Yang sering pesan itu dari Jakarta,” tambahnya Kepada MalangTIMES.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top