Sisa Badai KPK Jadi Kendala, KONI Kabupaten Malang Optimis Porkab Berjalan Sukses

Imam Zuhdi Ketua Harian KONI Kabupaten Malang (kiri) bersama Ketua Panitia Porkab ke-7 M Djamhuri Djauhari, optimis acara berjalan lancar dan sukses (Nana)
Imam Zuhdi Ketua Harian KONI Kabupaten Malang (kiri) bersama Ketua Panitia Porkab ke-7 M Djamhuri Djauhari, optimis acara berjalan lancar dan sukses (Nana)

MALANGTIMES - Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Malang mengakui adanya kendala dalam menggelar Pekan Olah Raga Kabupaten (Porkab) yang menginjak ke-7 kalinya ini. 

Bukan persoalan anggaran yang dipatok sebesar Rp 1,5 miliar sesuai Rencana Anggaran Kegiatan (RAK) untuk kegiatan yang digelar setiap 2 tahun sekali ini atau persoalan internal dalam KONI Kabupaten Malang, tapi kendala tersebut dikarenakan peristiwa kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berapa bulan lalu. 

Walau tidak ada hubungan secara langsung dengan Porkab ke-7 di tahun 2018 ini tapi sisa badai KPK masih terasa dan berimbas dalam persiapan Porkab. 

Imam Zuhdi Ketua Harian KONI Kabupaten Malang tidak menampik persoalan tersebut.

Kehilangan sosok seorang Bupati yang menjadi figur bapak di Kabupaten Malang di mata jajarannya sedikit banyak menjadi kendala di lapangan. 

"Untuk pendaftaran atlet Porkab kita undur sampai Sabtu (10/11/2018) depan. Karena ada beberapa cabang olah raga (cabor) yang minim peserta. Lepas ada tidaknya 'tsunami' kemarin, ini jadi fokus perhatian kita semua di KONI," kata Imam Zuhdi dalam konfrensi press di kantor KONI, Kamis (08/11/2018). 

Dari data awal yang telah masuk ke KONI, cabor yang akan dipertandingkan sebanyak 35 dari total cabor 46. 

Dimana 25 cabor dipertandingkan sedangkan 10 di exsibisi-kan. 

Data tersebut kembali berubah dalam hitungan hari yakni menjadi 28 cabor yang dipertandingankan dan 19 diexsibisikan. 

Data ini pun,  kata Imam, masih bisa berubah sampai hari Sabtu datang. 

Inilah salah satu kendala yang kini dihadapi KONI Kabupaten Malang, lepas dari ada tidaknya badai KPK yang membuat Bupati Malang kini menjalani masa penahanan. 

Kendala lainnya adalah partisipasi dari 33 kecamatan sebagai peserta Porkab ke-7 di tahun 2018. 

Keberhasilan Porkab tentunya tidak lepas dari dukungan dari tingkat kecamatan. 

Dalam hal ini adalah para camat sebagai pemangku wilayah. 

Dokumen atlit dari berbagai cabor yang akan bertanding di Porkab ke-7 di kantor KONI Kabupaten Malang (Nana)

"Tapi kita sudah koordinasi dengan Wakil Bupati untuk persoalan ini. Sehingga diharapkan nantinya apa yang kita khawatirkan tidak terjadi. Kita optimis Porkab berjalan sukses dan didukung oleh seluruh kecamatan," ujar Imam. 

Total atlet dari cabor yang akan dipertandingkan maupun hanya exsibisi sebanyak 1.300 orang.

Walaupun sekali lagi bisa dimungkinkan adanya perubahan lagi sampai hari Sabtu depannya. 

M Djamhuri Djauhari Ketua Panitia Porkab dikesempatan yang sama juga menyampaikan, bahwa KONI siap untuk mensukseskan acara yang merupakan ruang menunjukkan prestasi seluruh atlit Kabupaten Malang. 

"Kita optimis berjalan sukses. Porkab menjadi penting bagi dunia olah raga di Kabupaten Malang, " ujar Djamhuri. 

Dirinya melanjutkan, keberadaan Porkab selain untuk meningkatkan prestasi dan menjaring bibit olahragawan potensial di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Juga untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam olah raga dan sebagai ruang pemberdayaan peran serta masyarakat dalam berbagai sektor. 

"Selain tentu melalui Porkab juga bisa  memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Djamhuri yang sekali lagi menegaskan rasa optimis KONI dalam menyelenggarakan Porkab ke-7.

Dari data KONI Kabupaten Malang,  Porkab akan mulai bergulir tanggal 10 sampai 25 November 2018. 

Sebelum digelar acara pembukaan resmi yaitu tanggal 18 November datang,  babak penyisihan beberapa cabor sudah mulai digelar Sabtu (10/11/2018) lusa. 

Seperti Taekwondo yang digelar di Mapolres Malang, futsal dan panjat tebing. 

Khusus untuk venue pertandingan Porkab  sebagian besar berada di kompleks Stadion Kanjuruhan, selebihnya tersebar di beberapa tempat di Kecamatan Kepanjen, seperti Mapolres Malang. 

"Porkab ke-7 merupakan gelaran berbeda dengan tahun lalu. Dimana waktu pelaksanaan lebih dari sepekan, serta cabor yang dipertandingkan lebih banyak juga. Kita optimis ini bisa berjalan sukses untuk kemajuan olah raga Kabupaten Malang," pungkas Imam.

Editor : Heryanto
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top