Jabatan Kepala Desa Jadi Rebutan, Satu Desa Sembilan Pendaftar

Salah seorang siswi warga Desa Pesanggrahan yang telah mendapatkan hak pilih memasukkan surat suara ke kotak pada saat Pilkades Pesanggrahan tahun 2016 silam.
Salah seorang siswi warga Desa Pesanggrahan yang telah mendapatkan hak pilih memasukkan surat suara ke kotak pada saat Pilkades Pesanggrahan tahun 2016 silam.

MALANGTIMES - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak bakal berlangsung pada bulan Desember 2018 mendatang di tiga desa. Di tiga desa tersebut calon peserta yang mendaftarkan diri pun memiliki antusias yang tinggi. 

Tiga desa di Kecamatan Junrejo itu yakni Desa Pendem, Desa Mojorejo, dan Desa Tlekung. Hingga saat ini kurang lebih dua minggu pendaftaran Pilkades di Kecamatan Junrejo sudah berjalan. Seperti di Desa Pendem sudah ada 4 peserta yang mendaftarkan diri. 

Lalu di Desa Mojorejo ada 9 peserta yang daftar. Akan tetapi untuk di Desa Tlekung masih belum diketahui berapa jumlah peserta yang mendaftarkan diri. Untuk saat ini prosesnya sudah masuk dalam pengembalian berkas dan verifikasi berkas.  

Ketua Panitia Pelaksana Pilkades Kecamatan Junrejo Hadi Purnomo mengatakan, untuk masing-masing desa itu maksimal 5 peserta pendaftar tidak diperlukan untuk ada seleksi. Akan tetapi jika melebihi 5 pendaftar harus dilakukan seleksi. 

"Seperti di Desa Mojorejo peminatnya tinggi, sehingga nanti akan ada proses seleksi terlebih dahulu. Setelah itu baru proses verifikasi berkas nanti baru dilaksanakan pemilihan," ungkap Hadi, Selasa (6/11/2018). 

Ia menambahkan untuk seleksi calon mengenai tes kebangsaan, tes kewarganegaraan. Proses seleksi ini harus segera dilaksanakan sebelum 13 Desember masa pemilihan. Kemudian setelah dipilih 5 peserta, baru pengambilan nomor urut untuk masing-masing peserta dimasing-masing desa. 

Sedang habisnya masa jabatan beberapa kepala desa itu ada yang dimulai pada tahun 2017 hingga terbaru bulan Juni 2018 lalu. Rinciannya untuk Desa Tlekung masa jabatan selesai  sejak bulan Juli 2017.  

Lalu Desa Mojorejo habis pada bulan Juni 2018, dan Desa pendem bulan Mei 2018. "Saat ini mereka diisi oleh PJ sampai dengan dilantiknya kades definitif hasil pilkades nantinya," imbuhnya. 

Sementara itu warga Mojorejo Ahmad Damanhuri menjelaskan, terkait dengan Pilkade itu kurang mengikuti. Akan tetapi dengan digelarnya Pilkades ini bisa ada perubahan agar warga merasakan kemajuan di desanya. 

Sebab yang dirasakan pada kepala desa yang sebelumnya menjabat selama dua periode itu kurang merasakan hadirnya pemerintah desa. "Seperti masalah kepemudaan dan sebagainya itu kita kurang merasakan," ujar Damanhuri. 

Ia mencontohkan seperti kegiatan-kegiatan yang di selenggarakan pemerintah desa dirasakan kurang memuaskan. Karena itu pria yang berprofesi sebagai guru sangat mengharapkan dengan adanya kades baru bisa membawa kemajuan masyarakatnya. 

"Ketidak puasan dengan pemerintahan lalu, tentunya harapan kita sebagai warga kita ingin Desa Mojorejo itu berkembang seperti desa-desa lain. Karena secara geografis wilayah kita kan sangat strategis," harapnya.

Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top