Semua Pemenang Festival Sanduk 2018 Dapat Hadiah Tambahan Dari Wali Kota Batu Seragam Sanduk

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (tengah) bersama Ketua Umum Paguyuban Sanduk Kota Batu Katarina Dian menari sanduk bersama peserta di Gedung Kesenian Mbatuaji Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Bumiaji, Selasa (6/11/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (tengah) bersama Ketua Umum Paguyuban Sanduk Kota Batu Katarina Dian menari sanduk bersama peserta di Gedung Kesenian Mbatuaji Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Bumiaji, Selasa (6/11/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Semangat menampilkan yang terbaik dilakukan oleh 77 grup Paguyuban Sanduk di Kota Batu. 

Bagaimana tidak? Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bakal memberikan hadiah tambahan bagi para juara  yang Festival Sanduk di Gedung Kesenian Mbatuaji Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu, 6-7 November 2018.

"Nanti yang dapat Juara I, II, III dan Harapan I, II, III akan saya beri tambahan hadiah seragam sanduk baru deh untuk semua pemenang. Tapi cuma yang menang saja ya," ujar Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko kepada seluruh peserta yang hadir itu.

Hadiah itu diberikan Dewanti sebagai apresiasi karena semangatnya untuk melestarikan sanduk dengan maksimal diperlombaan yang memperebutkan piala Wali Kota Batu bergilir.

Dalam perlombaan itu masing-masing peserta harus tampail dua kali, yang pertama menari sanduk dengan lagu wajib Mubeng Mbatu dan satu lagu lagi bebas.

Disela-sela perlombaan itu Dewanti bersama Ketua Umum Paguyuban Sanduk Kota Batu Katarina Dian juga ikut menari bersama di tengah-tengah para peserta. 

Mereka menarikan sanduk itu dengan lagu Mubeng Mbatu hingga usai, Dewanti pun lancar mengikuti gerakan dengan peserta lainnya.

Dewanti pun menari dengan penuh semangat tanpa melepaskan senyumnya. Ia mengatakan  
intinya merujuk ke MalangTIMES. 

"Semua ada di sini bersama untuk kemajuan sanduk. Rasa satu kebersamaan dan guyub memajukan sanduk untuk pariwisata di Kota Batu," katanya.

Menurutnya melalui kesenian sanduk  ini mampu membuat guyub masyarakat Kota Batu. 

Keguyuban itu terlihat juga saat para peserta menampilkan tarian di depan para dewan juri peserta lainnya juga ikut menari bersama.

Sementara itu Ketua Umum paguyuban Sanduk Kota Batu Katarina Dian menambahkan, jika ia memulai mengembangkan sanduk di Kota Batu itu sudah 12 tahun yang lalu. 

Alasannnya karena ingin menumbuhkan kesenian yang mengorangkan orang melalui tarian.

"Lalu apa ya enaknya kesenian yang ingin diangkat? sehingga saya memilih sanduk dan bersama mengembangkan sanduk di Kota Batu. Dan saat ini sudah banyak sekali dan pesat perkembangan sanduk di Kota Batu," ungkap Katarina.

Piala Wali Kota ini bergilir untuk mengapresiasi para seniman di Kota Batu. 

Tujuannya, ke depan kesenian ini terus dilestarikan sambil menemukan bibit-bibit baru sebagai generasi berikutnya. 

"Ini juga sebagai wadah untuk menemukan bibit-bibit baru agar generasi muda ini ikut melestarikan tarian khas Indonesia," imbuhnya.

Sedang yang mengikuti festival ini ada 77 grup dengan jumlah peserta ribuan, usianya mulai 19 tahun hingga tertua 67 tahun.

Editor : Heryanto
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top