Ribuan Seniman Sanduk Unjuk Gigi Diiringi Lagu Mubeng Mbatu

Suasana para seniman sanduk di Festival Sanduk 2018 di Gedung Mbatuaji Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Selasa (6/11/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Suasana para seniman sanduk di Festival Sanduk 2018 di Gedung Mbatuaji Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Selasa (6/11/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Lagu Mubeng Mbatu menjadi pengiring tarian sanduk yang ditarikan oleh ribuan para seniman di Gedung Kesenian Mbatuaji, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Mereka berbondong-bondong memberikan gerakan tarian yang terbaik di Festival Sanduk 2018, Selasa (6/11/2018).

Ribuan para peserta yang terdiri dari 77 grup dari Kota Batu menari dengan kreativitasnya masing-masing. Mereka menggunakan baju khas daerah Madura berwarna-warni.

Ada yang warna merah, hijau, kuning, biru, cokelat, biru dan sebagainya. Untuk masing-masing kelompok ini terdiri dari 15 orang. Mereka harus tampil dua kali, yang pertama dengan lagu Mubeng Mbatu dan satu lagu bebas.

“Untuk penilaiannya ini peserta harus menarikan dua lagu. Satu lagu wajib, satunya lagu pilihan mereka sendiri,” ungkap Ketua Umum Paguyuban Sanduk Kota Batu Katarina Dian.

Untuk bisa mendapatkan juara I, II, III, harapan I, harapan II, dan harapan III, mereka harus menarikan dengan kompak dan banyak kreativitasnya. “Supaya bisa jadi yang terbail mereka harus tampil yang kompak dan tariannya yang disuguhkan itu kreatif,” imbuhnya.

Menurut dia,  even sanduk ini sudah kali kedua digelar agar seniman sanduk ini terwadahi dan kemampuan dalam bidang sanduk ini bisa terapresiasi. “Jadi, nggak hanya sekadar latihan sanduk saja tetapi dengan adanya perlombaan ini bisa tahu kemampuannya itu sampai mana,” jelas perempuan yang juga anggota DPRD Kota Batu ini. 

Menarikan tarian sanduk sekaligus mempromosikan sebagai salah satu destinasi kebudayaan di Kota Batu. Adanya kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi dengan para seniman sanduk diseluruh Kota Batu.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kita Batu Imam Suryono mengatakan festival ini merupakan kerja sama dengan Paguyuban Sanduk Kota Batu sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun Ke-17 Kota Batu sekaligus untuk melestraikan kebudayaan yang ada di Kota Batu.

“Memberikan kesempatan kepada grup sanduk untuk berkreasi. Juga melestarikan budaya Nusantara dan memajukan kebudayaan,” ujar Imam. Ia menambahkan sanduk harus terus dilestarikan. Melihat saat ini banyak grup sanduk yang di Kota Batu.

Menurut dia, digelarnya Festival Sanduk ini di Gedung Mbatuaji agar gedung ini terpakai. Memang gedung ini sudah lama tidak terpakai karena sudah tidak layak. 

“Gedung kesenian ini memang sudah banyak yang rusak. Jadi, kami  menggunakan yang luar ini, semoga bisa segera direnovasi,” kata pria yang juga staf ahli ini.

Imam pun berharap ke depan sanduk di Kota Batu terus bertambah. Juga memberikan dampak yang baik dan terus hadir di dalam setiap kegiatan di Kota Batu. Dan gedung kesenian bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. (*)
 

Editor : Yunan Helmy
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top