Kampung Syantik di Kota Batu Jadi Jujukan Pelajar

Spot saung baca di kampung Syantik Dusun Caru Desa Pendem Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Spot saung baca di kampung Syantik Dusun Caru Desa Pendem Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Satu lagi kampung tematik yang menamakan dirinya Kampung Cantik hadir di Kota Batu. Sebelumnya, lebih dulu muncul Kampung Cantik di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Kali ini muncul di kampung RW 05 Dusun Caru Desa Pendem Kecamatan Junrejo. Bedanya, kampung cantik ini  menggunakan kata yang Syantik yang dipopulerkan Syahrini, sehingga menjadi Kampung Syantik. 

Nama Kampung Syantik yang baru saja di-launching itu cukup tergambarkan sesuai dengan kondisi lingkungan. Saat memasuki area tersebut sudah disambut dengan beragam tanaman yang cukup segar tepat di depan gapura.

Lalu di masing-masing depan rumah juga dipenuhi dengan tanaman-tanaman yang cukup indah. Warga memanfaatkan halaman rumahnya untuk dijadikan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Sehingga beragam tanaman mulai dari sayuran hingga tanaman hias ada di depan halaman rumah.

Kemudian kesan penuh warna saat berada di kampung ini sangat terpancar. Bagaimana tidak, di setiap masing-masing rumah di sana diberi cat warna-warni. Tidak hanya sekadar dicat akan tetapi ada juga yang diberi gambar-gambar kartun.

Sama halnya juga di jalan-jalan saat dilihat memiliki beragam lukisan. Mulai dari doraemon, hewan, pemandangan, dan beragam lukisan lainnya mewarnai sepanjang jalan Rw 05 Dusun Caru  ini. Disudut lainnya dilengkapi dengan area saung (rumah atau gubug kecil) baca dengan puluhan buku bacaan anak-anak hingga remaja.

Karena itu menjadi jujukan  pelajar yang setiap harinya melintasi saung baca. Misalnya sepulang sekolah memilih untuk duduk di saung baca sambil membaca buku yang sudah disediakan dan tertata rapi.

Mega warga Rw 05 Dusun Caru Desa Pendem mengatakan selepas pulang sekolah, para pelajar selalu mampir di area baca. Bahkan di area itu tidak sepi dari pengunjung, ada juga warga desa lainnya yang setiap kali mampir di Rw 05 menyempatkan untuk mampir karena tertarik dengan Kampung Syantik.

"Kebanyakan orang yang ke sini itu pasti mampir sejenah. Duduk-duduk di saung baca sambil baca buku. Karena itu warga sini juga sudah menyiapkan buku lagi untuk diletakkan di sana. Sebagian dari warga sini menyumbangkan buku juga,” kata Mega.

Terpisah Pj Kepala Desa Pendem menjelaskan nama kampung tematik yakni Kampung Syantik itu bukan hanya asal semata, tetapi sebagai wujud masyarakat sendiri untuk berkomitmen membangun wilayah yang bersih, ramah anak, dan cantik. “Dengan demikian pasti masyarakatnya akan nyaman berada di kampungnya sendiri. Juga ikut saling menjaga kebersihan dan gotong royong merawatnya,” ujar Edwin, Senin (5/11/2018).

Adanya kampung tematik sebagai upaya ikut mewujudkan visi Kota Batu yakni ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’ sehingga warga ikut untuk mewujudkannya. Tentunya agar wisatawan bisa tertarik untuk jadikan salah satu daftar destinasi saat berkunjung ke Kota Batu.

Kedepannya ia berharap di Rw 05 itu ada pengelolahan bank sampah, sebab selama ini masih terdapat pemilihan sampah. “Ke depan harus bisa membuat barang dari sampah bekas,” harapnya

 

Editor : A Yahya
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top