Warga Ini Lari Tunggang Langgang Saat Beri Makan Ayam demi Keselamatan Nyawanya, Berikut Kronologinya

Lestari tersangka pengancaman saat diamankan polisi beserta barang bukti sebilah sajam, Kecamatan Turen (Foto : Polsek Turen for MalangTIMES)
Lestari tersangka pengancaman saat diamankan polisi beserta barang bukti sebilah sajam, Kecamatan Turen (Foto : Polsek Turen for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Minggu (4/11/2018) mungkin bakal menjadi hari yang tidak akan terlupakan bagi Handoyo, warga Jalan Manggis Kampung Suko Desa Kemulan Kecamatan Turen. Bagaimana tidak, nyawanya nyaris melayang di tangan temannya sendiri, Lestari. Akibat perbuatannya, Lestari warga Jalan Genitu Desa Kemulan Kecamatan Turen, ditahan polisi karena kasus pengancaman menggunakan senjata tajam (sajam).

Kanitreskrim Polsek Turen Iptu Hari Eko Utomo menjelaskan, kronologi bermula ketika tersangka mendatangi rumah korban yang beralamatkan di daerah Desa Kemulan. Saat itu, pria 58 tahun ini, mengendarai sepeda motor. Di saat bersamaan, pelaku memainkan gas (mblayer) ketika melintas di depan rumah Handoyo. “Mengetahui ada yang tidak wajar, korban yang saat itu memberi makan ayam, memilih untuk berlari guna menyelamatkan diri,” terang Hari kepada MalangTIMES, Senin (5/11/2018).

Keputusan tersebut justru menjadi petaka. Korban yang berlari ketakutan, justru dikejar dengan menggunakan sepeda motor yang dikendarai tersangka. Sembari mengacungkan pancor (sajam), Lestari semakin beringas memburu korban yang berlari ketakutan. “Saya bunuh kamu... Saya bunuh kamu,” kata Hari menirukan ucapan pelaku yang saat itu mengejar sembari mengacungkan pancor kearah korban.

Beruntung, karena berlari ke gang sempit, nyawa pria 51 tahun itu, berhasil selamat dari susana mencekam tersebut. Mengetahui nyawanya dalam ancaman, Handoyo melaporkan insiden ini ke Polsek Turen. “Berselang tidak lama setelah mendapatkan laporan, beberapa anggota langsung dikerahkan guna meringkus tersangka di rumahnya,” Sambung Hari.


Selain pelaku, sebilah pancor turut diamankan polisi sebagai barang bukti. “Tersangka kami jerat pasal 335 ayat 1 KUHP tentang pengancaman, dan pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan dan penggunaan sajam tanpa izin,” tegas mantan KBO Satreskrim Polres Malang ini.

Dari pendalaman polisi, diduga karena tersangka merasa kecewa, menjadi motif dibalik aksi nekat itu. Keduanya selama ini memang sudah saling mengenal. Konflik baru terjadi ketika korban melaporkan tersangka ke polisi atas tuduhan penipuan dan penggelapan sepeda motor, sebab sepeda motor miliknya tidak segera dikembalikan oleh pelaku. “Dari pengakuannya, tersangka merasa sakit hati dan tidak terima lantaran dilaporkan ke polisi, atas tuduhan penipuan," ujar Hari.

 

Editor : A Yahya
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top