Terinspirasi Jokowi dan Al Quran, Siswa SMA Ini Buat Alat Bantu Sa-Tong untuk Tunanetra

Abdillah Rahmansyah dan Bidriyah Anzela (paling kiri dan paling kanan)
Abdillah Rahmansyah dan Bidriyah Anzela (paling kiri dan paling kanan)

Dia adalah Muhammad Abdillah Rahmansyah, siswa kelas 12 di SMA Islam Sabilillah Malang, yang bersama rekannya Bidriyah Anzela membuat alat bantu pengindra bagi kaum tunanetra. Nama alat tersebut adalah Sa-Tong. Sa-Tong dibuat untuk mewujudkan hak aksesibilitas kaum disabilitas tunanetra.

28 Oktober kemarin, Abdillah dan Bidriyah mendapat penghargaan juara 2 pada kompetisi nasional Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an dalam Gebyar Brawijaya Qur'ani (GBQ) ke 5. Melalui Sa-Tong, mereka berhasil mengalahkan ratusan peserta SMA/SMK se Indonesia.

"Saya terinspirasi dari Pak Jokowi yang pernah bilang, 'Berilah hak aksesibilitas untuk kaum disabilitas tanpa pandang bulu di setiap layanan dan fasilitas'," ungkap Abdillah.

Lebih lanjut anak dari pasangan Arief Andy Soebroto, ST., M. Kom dan Kadek Rai Ellya Trisna Dewi, SE ini menjelaskan bahwa Sa-Tong juga dibuat atas pernyataan Kemenkes yakni 3,6 juta penduduk Indonesia mengalami kebutaan yang setara dengan penduduk Singapura. Selain itu atas dasar Quran surat Abasa ayat 1-4 mengenai orang buta, Sa-Tong pun mantap untuk dibuat. Pengerjaannya hanya dibutuhkan dalam waktu 3 bulan saja.

Sa-Tong memiliki sensor ultrasonik pada tongkatnya yang terhubung ke sabuk yang berguna untuk memberi notifikasi getaran ketika ada sesuatu yang mendekat dari arah kanan, kiri, dan depan. Selain sensor ultrasonik, ada juga sensor inframerah yang membaca perbedaan ketinggian jalan. Sensor inframerah ini memberi notifikasi berupa bunyi.

Kakak dari Azkyah Anissa Ramadhani yang beberapa waktu yang lalu sempat menyabet dua perunggu sekaligus dalam waktu tiga bulan dalam Olimpiade Sains Nasional 2018 Bulan April dan Kompetisi Sains Madrasah Nasional 2018 Bulan September 2018 ini menyatakan bahwa alat ini masih berupa prototype. Ke depannya, ia ingin membuatnya menjadi lebih simple dan fleksibel.

"Kalau ada hibah dana saya akan menyempurnakannya. Ibaratnya saya kan menjual ide," ungkapnya.

Sebelumnya, Abdillah bersama Bidriyah juga membuat penelitian lain bernama smart watering tools berbasis micro controller untuk penyiraman ladang secara otomatis. Berkat penelitian tersebut, mereka meraih juara 1 dalam gelaran Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (MKTIQ) dalam Musabaqah Tilawatil Quran siswa Nasional (MTQSN) IV (29/4). Mereka juga mengalahkan ratusan siswa SMA/SMK sederajat se Indonesia.

"Kalau yang smart watering tools terinspirasi dari Quran surat An-Nahl ayat 10. Ia memakai sel surya dan penyimpanannya dengan aki," ujar Abdillah.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top