Cuitan Mahfud MD di Twitter (@mahfudmd)
Cuitan Mahfud MD di Twitter (@mahfudmd)

MALANGTIMES - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD kembali menyentil organisasi masyarakat (Ormas), partai politik (Parpol), dan perorangan yang suka menjual agama Islam. 

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Melalui akun resmi twitternya, pria yang juga berprofesi sebagai hakim dan dosen itu secara blak-blakan menyebut jika di Indonesia masih ada saja yang sok memperjuangkan Islam, namun berperilaku bertentangan dengan ajaran Islam.

"Siapa pun yang menjual agama Islam dengan harga murah akan bangkrut dan runtuh. Lihatlah ormas, parpol, atau perseorangan yang sok bilang memperjuangkan Islam tapi berperilaku yang bertentangan dengan Islam seperti korupsi, se-wenang-wenang, intoleran, pada gilirannya pasti runtuh. Islam harus membawa damai," tulis @mahfudmd pada Jumat(2/11/2018) sekitar pukul 22.40 WIB.

Cuitan Mahfud itu pun mendapat beragam komentar dari warganet. Sampai saat ini, perdebatan pun muncul dalam kolom komentar akun twitter milik pria berkacamata itu. Sebagian mendukung pernyataan pria asal Sampang, Madura itu. Namun sebagian lagi merasa tidak setuju dengan pendapat yang dilontarkan tersebut.

Salah satunya disampaikan akun @Akbar_Ltd yang membalas cuitan Mahfyd MD dengan menyatakan ia sedikit setuju dengan pernyataan Mahfud tersebut. Namun dia juga mengungkapkan agar pernyataan yang dilontarkan Mahfud tidak digeneralisasi. Karena perilaku yang tak pantas dalam ajaran Islam itu menurutnya banyak dilakukan oleh oknum yang memang menyeret nama organisasi mereka sendiri.

"Sedikit setuju. Tapi janganlah mengeneralisasi pak. Kalau oknum, katakan oknum. Bahkan mungkin oknum itu sendiri mungkin nggak pernah teriak-teriak memperjuangkan Islam. Cek aja! Istilah 'menjual agama islam' itu kok rasanya gak edukatif. Islam seperti sebuah barang. Coba pak istilah lain yang lebih edukatif," tulis @Akbat_Ltdpada kolom komentar @mahfudmd pada Sabtu (3/11/2018) pukul 6.36 WIB.

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

Komentar itu pun langsung mendapat tanggapan dari Mahfud. Pria berkacamata itu langsung menjawab jika cuitan pertamanya tersebut tidak ada indikasi mengeneralisir, namun menekankan pada orang atau kelompok yang melakukan.

"Menggeneralisir bagaimana? Saya kan bilang "siapa pun", artinya hanya berlaku bagi yang melakukan. Lagi pula, kalau Anda (pernah) membaca Qur'an pasti pernah membaca ayat"Walaa tasytaruu biayaatillahi tsamanan qaliilaa", jangan kamu jual ayat-ayat (agama) Allah dengan murah," timpal Mahfud.

Sampai saat ini, cuitan Mahfud MD itupun masih menjadi topik hangat perbincangam warganet. Cutian pertama maupun cuitan kedua Mahfud berkaitan dengan 'penjualan' Islam itu terus bergulir. Berikut sederet komentar yang disampaikan warganet.