MALANGTIMES - Akhir tahun 2018, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Batu merencanakan 3 Peraturan Daerah segera disahkan. Tiga perda PDAM  Kota Batu ini adalah Among Tirto,  Penyertaan Modal, dan Sistem Penyediaan Air Minum.

Untuk satu Perda terkait Among Tirto sudah selesai disahkan Pemkot Batu beberapa saat lalu. Perda ini terkait dengan struktur organisasi PDAM, mulai dari masa bakti direktur, kenaikan pangkat, hingga gaji karyawan.

“Untuk satu perdanya itu sudah selesai dan disahkan di DPRD Kota Batu saat itu. Tapi masih ada dua perda yang belum selesai,” kata Direktur PDAM Sunaedi.

Dua  Perda lain itu saat ini masih dalam proses penyusunan adalah Perda Penyertaan Modal dan Perda Sistem Penyediaan Air Minum. Rencananya PDAM Kota Batu dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menargetkan pada akhir bulan November itu dua perda tersebut diselesaikan.

“Kalau target PDAM Kota Batu akhir bulan November ini agar bisa terselesaikan. Kalau Perda selesai segala penganggarannya bisa dimasukkan dalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 mendatang,” imbuhnya.

Adanya Perda ini dibuat agar bisa membantu permasalah air yang ada di Kota Batu. Contohnya terkait dengan penyudetan liar pipa di Desa Oro-oro Ombo. Hingga hak-hak terkait PDAM kepada masyarakat.

Terpisah Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, bahwa dengan adanya perda PDAM ini untuk menunjang ketertiban PDAM sebagai penopang ekonomi. “Ini jadi landasan hukum terhadap PDAM sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal,” ujar Dewanti. 

Ia pun berharap targetnya penyelesaian dua raperda itu bisa segera terselesaikan pada akhir bulan November. “Target saya akhir bulan ini selesai, dan ini masih diproses juga,” tutupnya.