Harga Cabai Stabil walau Stok Berlimpah

Harga cabai keriting stabil walau persediaan atau stok komoditas  ini terbilang berlimpah. (Ist)
Harga cabai keriting stabil walau persediaan atau stok komoditas ini terbilang berlimpah. (Ist)

MALANGTIMES - Harga cabai keriting di tingkat petani sempat melonjak cukup fantastik  akhir bulan Oktober. Kenaikan harga cabai keriting sempat membuat petani bergembira. Misalnya yang dialami oleh petani cabai di Dusun Sumberblimbing, Desa Sidodadi, Kecamatan Donomulyo.

Kenaikan harga cabai keriting dari petani yang semula Rp 9 ribu melonjak drastis di akhir bulan Oktober menjadi Rp 27 ribu per kilogram di pasaran luar daerah. Misalnya di pasar Jakarta maupun di Kota Surabaya. Rata-rata harga cabai keriting dari Kabupaten Malang per kilogram mencapai Rp 27 ribu.

Melonjaknya harga cabai keriting di luar daerah tidak diikuti dengan kondisi di pasar sendiri. Tercatat dari data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok di Jawa Timur (Siskaperbaper), harga cabai keriting di berbagai pasar daerah Kabupaten Malang mengalami penurunan. Dari harga Rp 21 ribu menjadi Rp 20 ribu saat ini.

Kondisi tersebut, menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Budiar Anwar, dikarenakan pasokan cabai keriting memang terbilang berlimpah di akhir tahun ini. Walau petani cabai melemparnya ke pasar luar daerah seperti Jakarta, berbagai sentra cabai di Kabupaten Malang masih memenuhi kebutuhan pasar.

“Selisihnya dengan luar daerah tidak terlalu jauh. Hal ini karena ongkos angkut juga kan. Harga saat ini sudah terbilang bagus untuk petani. Kami mengapresiasi para petani cabai ini,” ucap Budiar, Jumat (02/11/2018).

Budiar melanjutkan, apresiasi tersebut layak disampaikan kepada petani cabai. Pasalnya, mereka sempat ngedrop dengan harga jual yang pernah mencapai Rp 6-9 ribu per kilogram. “Tapi mereka tetap tidak putus asa dan meninggalkan cabai. Kalau terjadi bisa-bisa harga cabai akan melambung lebih tinggi tapi di pasaran barang langka,” ujarnya.

Kondisi saat ini, walau produksi cabai di petani Kabupaten Malang juga memenuhi pasar di luar daerah, tidak membuat pasar di Kabupaten Malang kehilangan komoditas  tersebut. Di pasar Singosari, Turen, Lawang, Karang Ploso, dan Pasar Kepanjen, cabai keriting masih terpenuhi. Bahkan harga cabai keriting hari ini mengalami penurunan, sekitar Rp 1.000 per kilogram.

“Untuk di Pasar Kepanjen dan Karangploso, dari harga Rp 21 ribu kini menjadi Rp 20 ribu. Sedangkan yang stabil di pasar Lawang, yaitu Rp 26 ribu per kilogram. Pasar Singosari dan Turen, harga cabai keriting juga masih stabil. Yakni Rp 24 ribu sampai saat ini,” ujar Budiar yang kembali mengapresiasi para petani cabai keriting.

Keberhasilan para petani cabai, baik di Donomulyo maupun di Ngantang terlihat dari hasil panen raya beberapa bulan kemarin. Di Ngantang, dalam setiap satu hektare (ha) bisa menghasilkan 10 ton. Sekali panen raya di Ngantang bisa mencapai luasan 1.200 ha. 

Hasil panen di beberapa wilayah lainnya pun tidak kalah produktifnya. Hal ini ditunjang dengan kondisi iklim dan cuaca yang sangat mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai keriting.

Selain hal tersebut, menurut Budiar, mata rantai distribusi cabai keriting juga terlihat berjalan dengan baik. Sehingga tidak menimbulkan harga murah pada saat cabai keriting berlimpah. “Karena biasanya kalau panen raya, berlimpah. Sehingga harga terkadang malah turun. Tapi saat ini walau produksi banyak harga tetap stabil. Terpenting adalah kebutuhan di dalam daerah juga terpenuhi,” pungkas Budiar. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top