Bergaya Indische dan Gothic, 31 Bangunan di Kota Malang Jadi Sasaran Identifikasi Cagar Budaya

Dua bangunan peribadahan di Kota Malang yang diduga cagar budaya. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Dua bangunan peribadahan di Kota Malang yang diduga cagar budaya. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebagai salah satu wilayah yang pernah mengalami masa pendudukan Belanda, Kota Malang kaya akan bangunan bernilai cagar budaya. Terutama bangunan-bangunan kolonial dengan gaya arsitektur Neo Klasik atau Indische Architectuur hingga Gothic Style. 
 

Bangunan-bangunan tersebut kini tengah disurvei secara tersistem oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang. Setidaknya, ada 31 gedung kuno yang diidentifikasi untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) penetapan bangunan cagar budaya secara resmi. 
 

Kepala Bidang Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Malang Agung Harjaya Buwana mengungkapkan bahwa kegiatan identifikasi itu melibatkan sekitar 180 relawan yang tergabung dalam Volunteer Cagar Budaya. "Para relawan dari berbagai latar belakang ini melakukan survei dan identifikasi sebagai bukti penguat agar 31 bangunan yang diduga cagar budaya bisa dapat SK penetapan," ujar Agung.
 

Pria yang juga Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang itu mengungkapkan bahwa tim volunteer sudah mulai turun ke lapangan sejak 22 September 2018 lalu. Mereka mendatangi bangunan lalu menggali data-data pada objek tersebut. Hasilnya lantas dipaparkan di hadapan budayawan, ahli arsitektur bangunan, perwakilan pengelola bangunan serta TACB Kota Malang.
 

"Selanjutnya, hasil survei itu dijadikan bahan acuan penetapan. Meski demikian, belum tentu semuanya akan lolos kualifikasi hingga mendapatkan SK penetapan," tambahnya. Sebanyak 31 bangunan itu, di antaranya adalah gedung-gedung perkantoran lawas seperti Balai Kota Malang dan gedung Bank Indonesia Malang. Juga ada pusat peribadahan seperti gereja-gereja dan klenteng. 
 

Agung menjelaskan, hasil survei yang dilakukan volunteer akan dijadikan pembanding. Dia juga mengapresiasi para relawan dan mengimbau untuk tetap melestarikan objek cagar budaya di Kota Malang. "TACB akan melakukan kajian ulang untuk memastikan kelayakan objek. Kami pun berharap jumlah objek heritage yang diakui secara resmi akan terus bertambah ke depannya," pungkasnya. 

 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top