Direktur PDAM Kota Batu Sunaedi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Direktur PDAM Kota Batu Sunaedi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Sejumlah Rp 48 miliar total anggaran yang dibutuhkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Batu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hanya untuk melancarkan anggaran tersebut PDAM Kota Batu membutuhkan segera Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyertaan Modal PDAM.

Anggaran itu dari total tiga progam yang telah dirancang dalam rencana bisnis (renbis) lima tahun. “Sudah satu tahun yang lalu renbis sudah jadi. Jadi total Rp 48 miliar itu untuk 3 program,” ungkap Direktur PDAM Kota Batu Sunaedi. 

Rinciannya untuk 3 program besar itu adalah pemberian pelayanan publik bagi wilayah yang belum terlayani PDAM seperti Desa Pendem, Kelurahan Dadaprejo, Desa Mojorejo, dan Desa Bumiaji. “Yang paling utama itu menyelesaikan Pekerjaan Rumah di Desa Pendem agar segera selesai,” imbuhnya. 

Lalu program kedua untuk pengembangan usaha PDAM. Dan ketiga yakni wisata pendidikan atau edukasi tentang museum air. “Tetapi yang kami sangat prioritaskan adalah penyediaan pelayanan jaringan,” jelas pria yang akrab disapa Edi Sokek ini. 

Hanya saja dari total Rp 48 miliar itu, tidak diberikan langsung dalam 1 tahap pencairan. Tetapi proses pencairannya bertahap sesuai tahapan pengajuan yang diajukan oleh PDAM. “Totalnya Rp 48 miliar ini dalam jangka waktu  bisa sampai 20 tahun. Jadi gak langsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan sebelumnya mendapatkan modal peralihan dari kabupaten ke kota sebesar Rp 6,7 miliar berupa jaringan pipa. Dan terakhir bantuan modal itu Rp 400 juta pada tahun 2005.

“Dengan demikian bantuan modal yang didapatkan berjumlah Rp 7,1 miliar. Dan penyertaan modal terakhir itu sudah digunakan untuk pengembangan jaringan,” tambahnya kepada MalangTIMES. 

Karena itu dengan adanya perda penyertaan yang segera disahkan, tentunya akan mempermudah anggaran tersebut bisa dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Batu tahun 2019 mendatang.

“Untuk saat ini perda penyertaan modal ini sedang dalam proses. Yang rencananya ditargetkan pada akhir bulan November ini bisa disahkan oleh DPRD Kota Batu,” tutup Edi Sokek ini.

End of content

No more pages to load