Komisi B DPRD Kota Malang melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Bareng dengan didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Komisi B DPRD Kota Malang melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Bareng dengan didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Belasan pedagang yang menempati lantai paling atas Pasar Bareng membuat aduan resmi kepada Komisi B DPRD Kota Malang. Aduan yang dilayangkan itu berkaitan dengan pembongkaran lapak oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perdagangan yang dilakukan sejak Kamis (1/11/2018) pagi tadi.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Sutikno yang turun ke lapangan bersama anggota komisi dan didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto menyampaikan telah terjadi miskomunikasi atau kesalahpahaman antara pemerintah dan pedagang. Sebab, proses pembongkaran lapak yang dikira upaya penggusuran itu hanya bentuk penataan ulang agar kondisi pasar tidak lagi kumuh.

"Jadi, ada aduan yang masuk. Tapi setelah dicek ke lapangan, ternyata itu bukan menggusur. Tadi pedagang dan kepala Dinas Perdagangan juga sudah ngobrol bersama. Sudah diluruskan semua. Jadi, tidak ada masalah sekarang," katanya kepada wartawan saat usai melakukan pertemuan bersama pedagang dan Dinas Perdagangan Kota Malang, Kamis (1/11/2018).

Menurut Sutikno, lapak yang ada di lantai paling atas Pasar Bareng itu saat ini kondisinya harus segera dibenahi. Sebab, sebagian besar terbuat dari bambu yang mudah terbakar. Selain itu, fasilitas seperti musala dan toilet juga harus ditambah untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Sebagai satu-satunya kawasan pasar seni, menurut Sutikno,  fasilitas yang harusnya ada juga sudah semestinya dibenahi. Dia pun mendorong agar ada anggaran khusus yang disiapkan untuk APBD 2019. Selain itu, Dinas Perdagangan harus membuat kajian yang sesuai dengan kebutuhan untuk memenuhi fasilitas di dalam pasar, khususnya di area paling atas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto menambahkan, pembongkaran lapak yang dilakukan di lantai empat Pasar Bareng tersebut sama sekali bukan untuk menggusur pedagang. Tujuannya adalah penataan ulang lapak yang mulai kumuh. Terlebih lapak terbuat dari bambu yang mudah terbakar.

Sehingga ke depan, lapak akan dibangun semipermanen dengan menggunakan anggaran APBD 2018. Selain itu, berbagai fasilitas yang diusulkan dewan akan segera dikaji sejauh mana kebutuhannya. Kemudian akan dilakukan pengajuan dalam tahap penganggaran.

"Kan di lantai atas ini dulu rencana awalnya untuk menampung PKL di depan pasar. Tapi PKL akhirnya memilih untuk kembali kr pinggir jalan karena menilai di dalam pasar lebih sepi. Akhirnya kan ada lapak yang kosong dan kami tata ulang agar lebih rapi. Jadi bukan ada pengguusuran," terang Wahyu.

Penataan ulang yang dilakukan itu menurut Wahyu adalah untuk menempatkan lapak yang disesuaikan kategori. Sesuai usulan, lantai tiga Pasar Bareng juga akan ditempati oleh para seniman untuk menjual koleksi dan produksi seninya. Sebagian juga akan ditempati oleh produksi binaan Dinas Sosial dan Dinas Koperasi.

"Total ada 25 lapak nantinya di lantai atas sini dan 14 lapak dikhususkan untuk yang berkaitan dengan produk kesenian," papar Wahyu. (*)

End of content

No more pages to load