Kadisparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara menyampaikan pihaknya telah layangkan surat protes tentang air terjun Coban Sewu. (Nana)
Kadisparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara menyampaikan pihaknya telah layangkan surat protes tentang air terjun Coban Sewu. (Nana)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menindaklanjuti persoalan klaim lokasi wisata air terjun Coban Sewu atau Tumpak Sewu yang dilakukan  Pemkab Lumajang. Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, protes atas klaim lokasi wisata tersebut dilayangkan secara resmi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Jatim).


Melalui surat tertanggal 29 Oktober 2018 dengan tembusan kepada wakil bupati (wabup) Malang serta kepala Disparbud Kabupaten Lumajang. Surat bernomor 556/1165/35.07.108/2018 itu bersifat penting perihal  Anugerah Wisata Jawa Timur (AWJT) 2018.
Surat yang ditandatangani langsung oleh Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara  tersebut berisi keberatan masyarakat Kabupaten Malang atas klaim lokasi wisata Coban Sewu atau Tumpak Sewu oleh Lumajang dalam kepentingan lomba. 


"Kita telah layangkan surat resmi tersebut. Bukan untuk memperkeruh persoalan, tapi sebagai bentuk pertanyaan dari masyarakat Kabupaten Malang atas hal tersebut," kata Made Arya, Rabu (31/10/2018). 


Pernyataan madisparbud Kabupaten Malang didasari  pernyataan  Wabup Lumajang maupun kadisparbud-nya. Mereka menyampaikan akan tetap mempertahankan air terjun yang mereka sebut Tumpak Sewu itu,  seperti yang telah ditulis oleh media LumajangTimes (grup Jatim Times)  beberapa hari lalu. 


Wabup Lumajang Indah Amperawati menyatakan bahwa sudah benar kawasan wisata yang eksotik itu berada di wilayah Kabupaten Lumajang. "Namanya juga air terjun, Mas, yang harus dilihat itu air turunnya atau terjunnya ke wilayah Lumajang. Jadi, ya masuk Lumajang walaupun airnya berasal dari wilayah Malang," kata Indah kepada LumajangTimes, Kamis (25/10/2018) lalu. 


Indah kembali menegaskan siap untuk tetap mempertahankan Coban Tumpak Sewu sebagai wisata andalan Lumajang. "Faktanya begitu Mas. Mau bicara apalagi. Kemudian secara nyata, air terjun itu jatuhnya air memang ke Kabupaten Lumajang. Ini sebenarnya yang menjadi kata kuncinya," tegasnya. 


Tidak ingin berpolemik panjang,  Pemkab Malang melalui Disparbud Kabupaten Malang secara resmi melayangkan surat mengenai perihal tersebut. 
Made Arya menegaskan pihaknya dan masyarakat Kabupaten Malang tidak mempersoalkan masalah pengelolaan wisata air terjun tersebut. "Tapi, kamj protes atas lokasi wisata yang diakui dan diikutkan dalam perlombaan. Seperti AWJT 2018 beberapa pekan lalu. Kalau sudah lomba, itu kan membawa nama daerah," ujarnya. 


Dari surat yang dilayangkan ke Disbudpar Jatim,  tertulis sebagai berikut :"... Pemberian Anugerah Wsata Jawa Timur (AWJ) Tahun 2018 telah dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2018 pukut 18'30 WIB s/d selesai di Mercure Grand Mirama Hotel dan pada Malam Anugerah Wisata Jawa Timur dimaksud Air Terjun Tumpak Sewu sudah ditetapkan sebagai Terbaik I kategori Daya Tarik Wisata Alam.
Perlu kami sampaikan bahwa Air Terjun Tumpak Sewu atau di Kabupaten Malang dikenal dengan Coban Sewu berada di wilayah Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading sesuai dengan Permendagri Nomor. 86 Tahun 2013 tentang batas daerah Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur (terlampir).
Sehubungan dengan hal tersebut, mengingat banyak komplain dari warga masyarakat Kabupaten Malang, kami mengharap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dapat meluruskan hal tersebut."


Surat tersebut juga dilampiri dengan salinan Permendagri Nomor 86 Tahun 2013 tentang batas daerah Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang Provinsi Jatim. 
Dari salinan regulasi tersebut dinyatakan data-data mengenai batas wilayah antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. (*)