Para petugas pajak DJP Jawa Timur III Malang tengah melakukan aktivitas harian mengenakan seragam hitam putih dan pita hitam. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Para petugas pajak DJP Jawa Timur III Malang tengah melakukan aktivitas harian mengenakan seragam hitam putih dan pita hitam. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Fashion statement atau pernyataan melalui busana kerap dipilih untuk menyuarakan suatu gagasan. Seperti para pegawai pajak di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III Malang. Alih-alih berseragam, mereka mengenakan pakaian hitam putih dan menyematkan pita hitam di lengan. 

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Pilihan busana itu dilakukan untuk menyampaikan bela sungkawa dan duka cita atas peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT  610 dengan rute Jakarta-Pangkalpinang di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) lalu. Sejak kemarin (30/10/2018) para pegawai tetap menjalankan tugas seperti biasa meski pita hitam tersemat di lengan baju sebelah kiri mereka. 

Kepala Bidang P2 Pelayanan Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat DJP Jatim III Eko Budihartono mengatakan, pemakaian pita hitam ini merupakan instruksi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Mulai kemarin sampai Jumat (2/11) Kemenkeu berkabung karena pesawat Lion Air JT610 jatuh dan ada banyak pegawai Kemenkeu yang menjadi korban," ujarnya. 

Pada peristiwa nahas tersebut, setidaknya terdapat 21 pegawai Kemenkeu yang turut menjadi korban. Secara rinci yakni sebanyak 14 orang merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), 6 orang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), dan 3 orang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Eko menyampaikan, pihaknya juga baru saja melakukan doa bersama pada pelaksanaan upacara Hari Uang Nasional yang diperingati setiap tanggal 30 Oktober. "Tadi waktu upacara, kami panjatkan doa untuk teman-teman dari Kemenkeu yang meninggal," jelasnya. 

Selain itu, usai salat duhur, pihaknya juga melaksanakan salat gaib bagi rekan-rekan mereka yang telah menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Menurut Eko, memang banyak pegawai Kemenkeu yang melakukan perjalanan ke Pangkalpinang. Mereka mengambil  penerbangan pagi karena akan kembali bekerja setelah mengambil libur pada hari Sabtu dan Minggu. "Pegawai banyak ditempatkan di masing-masing daerah. Biasanya di luar daerah. Banyak yang pulang, Senin pagi balik. Tugasnya di sana. Kalau  dari direktorat lain, mungkin ada dinas perjalanan lain," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang sempat mengalami hilang kontak setelah Iepas Iandas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB menuju Pangkalpinang, Senin (29/10).

Pesawat tersebut mengangkut 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi. Termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi. Setelah sempat hilang kontak, pesawat tersebut  dipastikan jatuh. (*)