Peternak sapi di salah satu wilayah dan sentra sapi di Kabupaten Malang (Dok MalangTIMES)
Peternak sapi di salah satu wilayah dan sentra sapi di Kabupaten Malang (Dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sentra sapi, baik potong maupun perah, begitulah Kabupaten Malang dikenal di mata khalayak umum. Dengan total populasi sapi di Kabupaten Malang mencapai 243 ribu ekor, serta produksi kelahiran lebih 160 ekor sapi per tahunnya. Telah menjadikan Kabupaten Malang sebagai daerah dengan populasi sapi terbanyak nasional di tingkat daerah. 

Sebagai sentra sapi, ternyata para peternak rakyat, masih menyimpan unek-unek terhadap kebijakan pemerintah. Kebijakan yang menurut pemikiran mereka 'tebang pilih' dalam memberikan bantuan. 

"Jika di pertanian ada subsidi pupuk, kami belum ada subsidi pakan ternak. Padahal kita juga membutuhkan bantuan-bantuan seperti yang diterima petani," kata Sutrisno, peternak sapi di wilayah Jabung,  Selasa (30/10/2018). 

Keluhan peternak sapi Jabung yang terkenal juga sebagai salah satu wilayah sentra sapi di Kabupaten Malang, tidak hanya persoalan ketiadaan  subsidi bagi mereka. Kebutuhan lain di luar hal tersebut juga kerap menjadi kendala bagi para peternak. 

Misalnya, mengenai kesehatan ternak, perawatan dan bibit yang selama ini para peternak sapi masih menggunakan pola dan sistem tradisional. 

"Kita butuh adanya bantuan-bantuan tersebut untuk meningkatkan produksi. Baik susu mauoun daging sapi. Karenanya kita butuh bantuan dari pemerintah kabupaten untuk hal itu," ujar Sutrisno. 

Keberadaan para peternak sapi lokal atau rakyat diberbagai wilayah Kabupaten Malang sangat berperan penting. Khususnya untuk menjaga stabilitas harga susu dan daging sapi yang kerap mengalami fluktuasi harga di pasaran. Sama dengan para petani, peternak sapi juga termasuk aktor penting dalam menjaga kedaulatan dan kemandirian pangan. 

Maka, keluhan peternak sapi seperti Sutrisno yang merupakan bagian dari  13 kelompok peternak sapi diberbagai desa wilayah Jabung. Menjadi relevan dan patut menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Malang. 

Wakil Bupati (Wabup) Malang HM Sanusi yang secara langsung menerima berbagai unek-unek dan keluhan peternak pun merespon hal tersebut. Dirinya menyampaikan, pemerintah Kabupaten Malang melalui dinas-dinas terkait akan membantu mencarikan solusi atas kendala tersebut. 

"Kalau perlu memberikan bantuan agar produktivitas peternak meningkat. Ke depan, kita akan turut mengelola potensi-potensi tersebut agar nilai ekonominya tambah," ujar Abah Sanusi sapaan Wabup Malang. 

Abah Sanusi melanjutkan, pemerintah kabupaten Malang juga akan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi di Malang Raya untuk persoalan-persoalan yang dihadapi peternak maupun petani. "Kita upayakan dulu untuk melakukan kajian dalam menemukan solusi. Setelahnya bantuan bisa kita lakukan," imbuhnya. 

Seperti yang kerap disampaikan oleh Bupati Malang, pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat. Pun,  dalam persoalan yang dialami peternak sapi Jabung. 

Jabung tercatat sebagai wilayah yang memiliki  potensi luar biasa di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan. Dimana terdapat gapoktan yang tersebar di 15 desa se-Kecamatan Jabung, meliputi  59 kelompok tani, 13 kelompok ternak , dan 6 kelompok perikanan. 

"Potensi besar ini yang tentunya akan kita tingkatkan terus. Seperti visi misi kita terhadap masyarakat kabupaten Malang," pungkas Abah Sanusi.