Cap : Kajari Kota Malang, Amran Lakoni SH, MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Cap : Kajari Kota Malang, Amran Lakoni SH, MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Di tengah kasus-kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, beredar kabar mutasi dari Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kota Malang. Tak pelak, kabar tersebut banyak menimbulkan spekulasi dari beberapa pihak.

Seperti halnya yang diutarakan oleh korban yang juga pelapor kasus penjualan aset Pemkot, Maria Purbowati (42) warga Kelurahan Bareng, Klojen, Kota Malang. Dalam satu kesempatan, Maria sempat mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi SK mutasi dari Kasi Pidsus akan segera terbit.  

"Rahmat Wahyu Kasi Pidsus yang menangani perkara kasus aset ini dimutasi, ada apa ini?. Dia kan bekerja sesuai hati nurani dan profesional, malah dimutasi," jelas Maria

Namun Kepala Kejari Kota Malang, Amran Lakoni, langsung menanggapi hal tersebut. Pihaknya memang mendengar kabar yang beredar terkait mutasi Kasi Pidsus itu. Namun ditegaskan Amran, justru pihaknya saat ini belum tahu pasti terkait mutasi tersebut.

Sebab, sampai saat ini, pihaknya masih belum menerima surat resmi akan adanya mutasi itu. Namun disinggung terkait mutasi karena dipengaruhi dengan penanganan kasus korupsi yang saat ini ditangani, Amran menegaskan bahwa hal tersebut tidak ada hubungannya. 

Jikapun memang dimutasi, hal tersebut memanglah sudah biasa dalam tubuh Kejaksaan. Mutasi sebagai bentuk penyegaran organisasi ataupun promosi-promosi jabatan, bukan karena adanya kasus.

"Memang di kantor kabar itu santer. Tapi saat ini saya juga belum dapat surat tembusan, saya juga nggak atau mau dimutasi kemana, ya nggak bisa bicara terlalu jauh," jelasnya ditemui MalangTIMES di Kantor Kejari Kota Malang (30/10/2018).

"Namun kalau dilihat dari Sistem Informasi Kejaksaan RI (SIMKRI) memang namanya sudah ganti oleh orang lain. Tapi ya itu, saya belum terima SK nya, gimana tau alasannya," tambahnya

Meskipun nantinya jika memang benar terdapat mutasi dari Kasi Pidsus, pihaknya menegaskan bahwa hal tersebut tak akan mengganggu jalannya penangganan kasus.

"Yang pindah kan orangnya, Kasi Pidsusnya kan tetap ada, masih bisa dilanjutkan oleh pejabat baru. Tapi tunggu kepastian dulu lah. Lagi pula Kajari kan nggak punya kewenangan mutasi, itu dari Kejaksaan Agung (Kejagung)," terangnya

Sementara itu, saat ini Kejari Kota Malang menangani kasus-kasus korupsi parkir, kasus korupsi VEDC, kasus korupsi UM dan juga kasus penjualan aset Pemkot.