KH Ma'ruf Amin saat hadir di Harris Hotel and Convention Malang dalam kegiatan silahturahmi bersama kiai se Malang Raya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
KH Ma'ruf Amin saat hadir di Harris Hotel and Convention Malang dalam kegiatan silahturahmi bersama kiai se Malang Raya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Usia yang tak lagi muda membuat calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 KH Ma'ruf Amin kerap mendapat pandangan negatif. Di Malang, pria yang lahir di masa pendudukan Jepang pada 11 Maret 1943 itu menguraikan kisah teladan yang membuatnya tetap maju dalam gelanggang pesta politik 2019 mendatang.

Hadir dalam acara bertajuk Silaturahmi dan Ngopi Bareng KH Ma'ruf Amin tersebut, mantan Rais 'Aam Syuriah pada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu bertemu dengan pengurus NU dan pimpinan pondok pesantren se-Malang Raya. "Waktu sebelum dipilih itu PBNU menyampaikan, ada banyak kader silakan dipilih. Ternyata Pak Jokowi (Joko Widodo) memang ingin wakilnya dari kalangan NU," ujarnya.

Umurnya yang lebih tua dari NKRI, tak pelak membuat banyak yang apatis. "Walaupun ada yang mengatakan sudah tua, saya bilang memang sudah tua. Sudah bau tanah masih mau, saya bilang saya ikuti saran dan arahan ulama," ujarnya saat memberi sambutan di hadapan sekitar 100 ulama di Malang Raya di Harris Hotel & Conventions Malang, kemarin (29/10/2018)

Mantan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini lantas menuturkan kisah yang membuatnya tetap terinspirasi untuk tetap turun di kancah politik. "Saya juga terinspirasi kisah yang saya baca saat di ibtidaiyah. Ada orang tua menanam pohon, seorang khalifah bertanya, bukankan nanti tidak akan merasakan hasilnya, mungkin saat berbuah sudah mati. Dia menjawab, saya tanam pohon bukan untuk saya, tapi generasi selanjutnya," urainya.

Pria yang pernah belajar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang itu menegaskan bahwa dirinya sudah berunding dengan pengurus PBNU. "Penting mengambil peran di dalam pemerintahan. Dulu Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) jadi presiden. Siapa tahu, ini jalan ke depan kader NU bisa jadi presiden lagi," pungkasnya.