Kondisi korban saat ditemukan gantung diri dan saat akan dievakuasi polisi (Humas Polres)
Kondisi korban saat ditemukan gantung diri dan saat akan dievakuasi polisi (Humas Polres)

MALANGTIMES - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lowokwaru, siang tadi, sekitar pukul 11.45 WIB, mendadak gempar.

Sebab, salah seorang narapidana di Lapas tersebut ditemukan tewas gantung diri didalam kamar mandi ruang tahanan blok 1.

Korban yakni Edy Siswo Wiyono (49) warga Jalan Sampean No. 37 Rt. 2 Rw. 5, Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Korban diketahui merupakan tahanan titipan dari Pengadilan Negeri (PN) Malang dengan Jaksa Penuntut dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu.

Korban ditemukan pertama kali oleh tahanan lain yakni Imron (33) warga Desa Ngadirejo Rt. 8 Rw. 2, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. 

Saat itu Imron hendak pergi ke kamar mandi. Namun ketika masuk ke kamar mandi, ia dikejutkan dengan tubuh korban yang sudah tergantung dengan menggunakan tali rafia yang dikaitkan di plafon kamar mandi.

Setelah melihat pemandangan yang mengerikan itu, sontak saksi langsung saja berteriak meminta bantuan kepada petugas Lapas.

Kalapas Lowokwaru, Farid Junaedi saat ditemuo di Lapas Lowokwaru(29/10/2018)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kepala Lapas Lowokwaru, Farid , membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun saat ini jenazahnya sudah dievakuasi ke kamar mayat RSSA Kota Malang.

"Di sini sekitar sebulan lebih, mulai sekitar bulan September an. Dia ini tahanan dari Kejari Kota Batu. Tadi Hakim, Jaksa juga sempat ke Lapas melihat kejadian ini," jelasnya, Senin (29/10/2018).

"Tanda-tanda depresi sepertinya memang tidak ada. Teman-teman lainnya juga tidak mengetahui. Saat ditemukan gantung diri dengan tali rafia. Namun itu masih didalami dapat rafia dari mana," tambahnya ketika ditemui di Lapas Lowokwaru.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga memang murni bunuh diri. Hal itu dilihat dari ciri-ciri fisik tubuh korban, seperti lidah menjulur, keluar sperma dari kemaluan korban dan

Namun informasi yang juga didapat MalangTIMES, bahwa selama ditahan, korban hampir tidak pernah dibesuk oleh keluarganya.

"Memang ada informasi seperti itu, biasanya sehari masuk sudah dijenguk, tapi belum saya belum dapat laporan lagi," bebernya.