Rencana Hibah Nasional Jalan Daerah, Bina Marga Lakukan Survei

MALANGTIMES - Program hibah nasional jalan daerah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) merupakan langkah strategis dalam pembangunan infrastruktur berupa jalan di daerah. 

Seperti diketahui, pembangunan jalan daerah kerap terkendala dengan ketersediaan anggaran setiap tahunnya.

Bagi wilayah yang luas, seperti Kabupaten Malang pembangunan jalan dilakukan secara bertahap dengan kemampuan anggaran yang ada. 

Konsekuensinya adalah saat proyek berskala nasional masuk di wilayah daerah persoalan  jalan mencuat dikarenakan pembangunan skala nasional tentunya membutuhkan infrastruktur yang memadai.

Di lapangan,  seperti di Kabupaten Malang,  pembangunan nasional seperti KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), yakni BTS (Bromo, Tengger, Semeru). Tentunya membutuhkan kualitas jalan skala nasional, bukan kabupaten. 

Kondisi inilah yang ditengahi dengan adanya program hibah nasional jalan daerah. Kabupaten Malang pun terus melakukan berbagai upaya untuk mengakses dana hibah tersebut. 

Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang menyatakan, bahwa Kabupaten Malang sejak lama memang diprioritaskan mendapatkan hibah tersebut. 

"Iya, kita pernah diundang sosialisasi program hibah nasional jalan daerah. Hal ini karena wilayah kita berada di sekitar KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), yakni BTS (Bromo, Tengger, Semeru) yang jadi bagian dari prioritas hibah, " kata Romdhoni beberapa waktu lalu. 

Selain merupakan wilayah KPSN, beberapa poin yang menjadi dasar masuknya Kabupaten Malang adalah adanya JLS (jalur lintas selatan), jalan Tol Mapan (Malang–Pandaan) serta rencana KEK Singosari. 

Berbagai point tersebut, ditindaklanjuti dengan adanya survei jalan yang dilakukan pihak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.

Survei tersebut sebagai bagian upaya keseriusan pemerintah kabupaten Malang untuk mengakses hibah nasional jalan daerah. 

"Survei jalan sudah dilakukan oleh pihak kita dalam berbagai hal teknis terkait jalan dalam mempersiapkan rencana program tersebut," ujar Romdhoni. 

Dengan melakukan survei,  lanjut Romdhoni, pihaknya bisa secara langsung melihat kondisi jalan yang direncanakan nantinya didanai anggaran hibah tersebut. 

"Dari konsep kita yang lalu, kita berharap bisa menghubungkan akses jalan antara Malang Selatan dan BTS. Kurang lebihnya sekitar 40 kilometer," urainya.  

Seperti diketahui sebagai jalur BTS, jalan yang ada saat ini diperlukan adanya peningkatan kapasitas jalan.

Survei yang dilakukan dengan metode Bina Marga yang telah dilaksanakan sebagai bagian dalam melakukan pemetaan jalan itu sendiri. Sehingga akan dihasilkan data valid mengenai kondisi jalan saat ini. 

"Apakah mengalami rusak berat,  sedang atau ringan. Dari survei ini kita baru bisa melakukan pendataan untuk proses mengakses program hibah tersebut," ujar mantan Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang ini. 

Apabila seluruh prosedur telah dilakukan, maka jalan-jalan akses yang statusnya kabupaten bisa dianggarkan oleh program hibah tersebut. 

Sedangkan disinggung anggaran, kalkulasi awal untuk jalan yang menuju akses KSPN di Kabupaten Malang (akses menuju Gunung Bromo dan sekitarnya) membutuhkan anggaran sekitar Rp 10 Miliar.

Anggaran tersebut untuk kebutuhan pemanfaatan jalan selama tiga tahun.

"Umur pemanfaatan jalan dengan anggaran itu hanya tiga tahun. Setelah itu harus ada pembenahan lagi," pungkas Romdhoni yang berharap hibah nasional jalan daerah bisa terakses. 

Top