Dari kiri Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, Kajar Kota Batu Nur Chusniah saat memusnahkan barang bukti ganja dan alat bong di halaman Kejari Kota Batu, Senin (29/10/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Dari kiri Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, Kajar Kota Batu Nur Chusniah saat memusnahkan barang bukti ganja dan alat bong di halaman Kejari Kota Batu, Senin (29/10/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kejaksaan Negeri Kota Batu memusnahkan beragam barang bukti narkotika dan psikotropika di halaman kantor Kejaksaan Negeri Kota Batu Jl Sultan Agung Kecamatan Batu, Senin (29/10/2018). Pemusnahan itu hasil dari 17 pekara yang terjadi di Kota Batu.

Narkotika dan psikotropika itu dimusnahkan dengan dibakar dan diaduk dalam tong besi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu Nur Chusniah, Kepala Polres Batu AKBP Budi Hermanto di halaman kantor Kejari Kota Batu.

Yang dimusnahkan itu rinciannya terdiri dari pil double L sebanyak 10.035 butir, sabu sebanyak 5 poket, ektasi sejumlah 6 butir, ganja sebanyak 300 gram, dan alat bong.

 “Barang bukti dari 17 pekara itu hasil dari pemutusan Pengadilan Negeri Malang sejak tahun 2017-2018,” ungkap Kajari Kota Batu Nur Chusniah.

Ia menjelaskan dengan ini terbukti banyak dari warga Kota Batu mengonsumsi pil double L mulai dari kalangan remaja hingga dewasa mengonsumsi obat tersebut. 

Dengan dimusnahkannya barang bukti itu menjadi perhatian sebagai penegak hukum di Kota Batu. Melihat Kota Batu merupakan tempat wisata. Tentunya hal ini sangat miris, melihat remaja sudah mengonsumsi obat tersebut.

“Ini agak miris terkait narkotika, kota kecil dan wisata adem ayem seperti ini masih beredar narkotika dan psikotropika,” imbuhnya. Terlebih ada peningkatan pekara yang terjadi setiap tahunnya. 

“Kenaikan setiap tahunnya itu tercatat ada 10 persen. Yang disayangkan itu pengguna dan pengedar banyak dari pelajar. Seperti pengedar 25 persen dan 10 persen,” tambah mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ini.

 

Menurutnya untuk mengurangi angkat tersebut harus ada strategi untuk hal ini. Dengan membentuk tim bersama Polres Batu dan BNN Kota Batu untuk pencegahannya.

“Memang perlu ada tim pencegahan untuk mengurangi angka tersebut. Juga imbuan, jangan coba-coba menyalahgunakan karena akan berhubungan dengan Kejari,” jelasnya.

Sementara itu Kapolres Batu AKBP menambahkan salah satu yang mengonsumsi obat ini di Kota Batu adalah dari kalangan petani. 

“Alasannya supaya ke sawah energik, asumsinya sudah kayak gitu. Sudah ada histori yang salah pemahaman. Ada juga yang salah, dianggap untuk begadang bekerja,” katanya. 

Padahal menggunakan obat itu tidak ada efek positif, bahkan berdampak negatif.