MALANGTIMES - Apes menimpa Gogok Rachmad Wahyudi (62), warga Jalan Danau Kerinci VII E1-B8, Lesanpuro, Kedungkandang, Kota Malang.

Pasalnya ketika ia bersama keluarganya sedang keluar Kota bersama empat orang anggota keluarganya, rumahnya justru menjadi sasaran pencurian, Minggu (28/10/2018).

Korban harus kehilangan sejumlah barang seperti sepeda motor, perhiasan, HP dan uang tunai sekitar Rp 10 juta. 

Jika ditotal, jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 30 juta lebih. Lebih apesnya lagi, barang-barang milik korban tersebut belum lama dibeli.

Seperti sepeda motor korban berjenis Honda yang baru saja dibelinya pada September 2018, uang tunai untuk santunan anak yatim sekitar Rp 10 juta dan juga satu set perhiasan berupa kalung, gelang, anting dan cincin yang juga belum lama ia beli.

Korban baru mengetahui jika rumahnya dibobol maling, seusai pulang dari Surabaya dan tiba di Malang sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat tiba di rumah, korban begitu kaget mendapati pagar rumahnya tak lagi tergembok. 

Karena curiga, korbanpun langsung masuk ke dalam rumah, dan mendapati kamar miliknya sudah berantakan diacak-acak maling.

Korban juga mendapati jendela kamarnya dalam keadaan rusak dicongkel pelaku.

Mendapati hal itu, korban langsung saja melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang Kota.

Selanjutnya tak lama tim Inafis Polres Malang Kota datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

"Sebelumnya saya sempat curiga sama taksi online yang saya pesan. Soalnya saat di jalan tanya-tanya mau ke mana, terus di rumah ada siapa," jelas korban.

Sementara itu, untuk hasil penyelidikan sementara, petugas menduga pelaku lebih dari satu orang.

Di sekitar lokasi juga ditemukan jejak sepatu dan puntung rokok yang diduga milik pelaku.

Pelaku diduga masuk ke dalam rumah korban melewati jendela kamar. Setelah itu mengacak-acak kamar korban.

"Tapi uang yang saya taruh di beberapa tempat yang jumlahnya lumayan nggak diambil sama malingnya, ada saya taruh dapur, ada juga di ruang tengah," pungkasnya.

Saat ini kasusnya sudah ditangani pihak Polres Malang Kota. Kasusnya sendiri masih terus dalam pendalaman petugas untuk mengungkap siapa pelakunya.