Tim TP4D saat melakukan pemantauan sumur bor proyek Bidang Amal, DPUPR Kota Malang (DPUPR)
Tim TP4D saat melakukan pemantauan sumur bor proyek Bidang Amal, DPUPR Kota Malang (DPUPR)

MALANGTIMES - Empat pekerjaan Bidang Air Minum dan Air Limbah (AMAL) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang tahun 2018, telah mendapatkan pemantauan dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.

Empat pekerjaan tersebut yakni, dua pengeboran sumur di kawasan RW 04 Kelurahan Kedungkandang dan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang. Sedangkan untuk pemasangan Biofilter air limbah RW 2 Kelurahan Sukun dan RW 05 Kelurahan Kiduldalem Kecamatan Klojen.

"Semua yang dipantau TP4D adalah yang proyek lelang, ya di empat lokasi tersebut. Selasa (23/10/2018) lalu mantaunya," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Amal, Yuni Lestari (29/10/2018) ketika dihubungi MalangTIMES.

Lanjutnya, pasca pengawasan yang dilakukan TP4D, hasilnya memang tidak terdapat catatan yang serius pada empat proyek tersebut. Namun TP4D hanya mengimbau untuk segera melakukan penyelesaian pekerjaan tersebut.

"Alhamdulillah nggak ada catatan, cuma suruh segera meneruskan proyeknya. Kalau untuk progress proyeknya ya sekitar 70 sampai 75 persen. Dan ini kami kebut agar bisa segera selesai," jelas Yuni sapaan akrab Kabid Amal DPUPR Kota Malang tersebut.

Untuk itu, Yuni pun optimis, jika proyek pekerjaan tersebut bisa diselesaikan sebelum bulan Desember 2018. Sebab, masa kontrak proyek pekerjaan tersebut memang sampai awal Desember 2018.

"Kalau nggak selesai, nggak bisa ke tahap berikutnya, kan jadi mangkrak. Makanya kalau nggak selesai, ya nggak dibayar," tandas Yuni

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Kota Malang, Reza Prasetyo Handono mengungkapkan, dengan pemantauan ini, bisa diketahui bagaimana progres pengerjaan dari proyek tersebut bahwa memang benar-benar ada.

“Dan memang sejauh ini dari pemantauan kami di lapangan, dari empat bidang di DPUPR Kota Malang yang dipantau bangunan fisiknya, semua memang sudah ada. Tidak ada yang fiktif. Dengan begini, kami juga bisa mengetahui kendalanya apa saja, sehingga kami juga bisa memacu untuk bisa segera diselesaikan. Tapi sejauh ini, hanya perlu sedikit percepatan dalam penyelesaian proyek," pungkasnya