BPBD Kabupaten Malang saat menyalurkan air bersih kepada warga yang mengalami kekurangan air karena kemarau panjang tahun ini. (BPBD for MalangTIMES)
BPBD Kabupaten Malang saat menyalurkan air bersih kepada warga yang mengalami kekurangan air karena kemarau panjang tahun ini. (BPBD for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kemarau panjang tahun ini walau tidak separah beberapa tahun lalu tetap membuat wilayah-wilayah zona kekeringan di Kabupaten Malang akhirnya angkat bendera putih. 

Berbagai desa yang tersebar di tujuh wilayah kecamatan telah mengajukan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Warga di desa-desa wilayah kekeringan tersebut menyerah dengan kemarau panjang tahun ini. 

"Kekeringan melanda kami setiap tahun,  walau tidak terlalu parah. Tapi untuk memenuhi kebutuhan air bersih, memang kami sudah tidak berdaya. Kami akhirnya mengajukan kondisi ini ke desa untuk diteruskan ke kabupaten," kata Amin, warga Karangkates, Kecamatan Sumberpucung,  Minggu (28/10/2018). 

Data BPBD Kabupaten Malang, 7 wilayah yang telah mengajukan bantuan air bersih sampai saat ini ke pihaknya tersebar di kecamatan  bagian pesisir dan kecamatan yang berada di Kabupaten Malang bagian utara. Yakni, Kalipare, Donomulyo, Sumbermanjing Wetan, Jabung, Singosari, Lawang serta Sumberpucung. 

Tentunya tidak tertutup kemungkinan wilayah lainnya pun akan mengibarkan bendera putih. "Kami akui ada peningkatan permintaan bantuan air bersih dari berbagai wilayah. Tidak menutup kemungkinan bisa terjadi ke wilayah lain. Walau tanda peralihan musim sudah mulai terlihat," ucap Bambang Istiawan, kepala pelaksana BPBD Kabupaten Malang kepada MalangTIMES. 

Tanda peralihan musim kemarau ke musim hujan memang sudah terlihat. Beberapa wilayah di Kabupaten Malang sudah diguyur hujan. Tapi intensitas hujan tersebut tidaklah lama dan kemarau kembali menyengat warga Kabupaten Malang. 

"Jadi, belum bisa mengandalkan hujan. Kami yang bergerak melakukan dropping air bersih ke berbagai wilayah kekeringan yang mengajukan bantuan. Kami rutin untuk dropping air bersih ini," ujar Bambang yang juga menyampaikan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  memprediksi musim kemarau akan berakhir Oktober ini.

Selain BPBD Kabupaten Malang,  warga yang mengalami kekurangan air bersih untuk keperluan sehari-harinya juga dibantu oleh dinas lain serta elemen masyarakat. Mobil tangki air bersih milik beberapa OPD pun tetap siaga sekaligus melakukan dropping air bersih saat dibutuhkan setiap waktu. 

"Untuk masalah air bersih, kami bersinergi terus. Misalnya dengan PDAM Kabupaten Malang,  Cipta Karya dan lainnya. Walau sekali lagi kekeringan tidak separah tahun-tahun lampau. Kita siaga untuk melayani permintaan masyarakat yang terdampak," ujar mantan kasatpol PP Kabupaten Malang. 

Di tingkat masyarakat penerima manfaat, mereka juga harus berhemat dengan air bersih yang didapatkan. Marsudi, warga Jabung, misalnya, menyatakan dirinya harus rela untuk tidak mandi sehari dua kali. "Berhemat Mas dengan kondisi seperti ini. Saya mandi sekali sehari saja. Kiriman air bersih biasanya dua kali sehari dari Kabupaten," ujarnya. 

Untuk mengatasi masalah tahunan tersebut, misalnya dengan pembuatan sumur bor pun,  warga terkendala anggaran. "Ndak kuat Mas dananya. Kami berharap sih bisa dapat bantuan untuk itu (pembuatan sumur bor, red), " pungkas Marsudi, kepala keluarga dari satu istri dan tiga anak ini. (*)