Sekretaris Badan Kehormatan sekaligus trainer Destination Management Organisation (DMO) Flores, Ferdinand Radawarah (dua dari kiri) saat usai menututp acara pendampingan di Desa Ngadas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Sekretaris Badan Kehormatan sekaligus trainer Destination Management Organisation (DMO) Flores, Ferdinand Radawarah (dua dari kiri) saat usai menututp acara pendampingan di Desa Ngadas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kementerian pariwisata (Kemenpar) apresiasi penuh perkembangan homestay Desa Wisata Ngadas.

Dengan mempertahankan budaya dan adat istiadat lokal, homestay yang ada di wilayah kaki Gunung Bromo itu disebut sebagai salah satu yang terbaik di antara desa wisata yang ada di Indonesia. 

Sekretaris Badan Kehormatan sekaligus trainer Destination Management Organisation (DMO) Flores, Ferdinand Radawarah menyampaikan, jika dinilai dari skala satu sampai 10, maka homestay di Desa Wisata Ngadas berada di posisi ke tujuh.

Meski begitu, ada banyak potensi yang mestinya terus dikembangkan oleh masyarakat.

"Satu yang menjadi catatan, homestay di desa wisata semestinya tak memiliki brandnya sendiri. Melainkan menggunakan brand desa itu sendiri," katanya pada MalangTIMES saat penutupan kegiatan Pengembangan Desa Wisata Melalui Pendampingan Workshop Pengelolaan Homestay di Desa Wisata Ngadas, Sabtu (27/10/2018).

Menurutnya, cerita dan adat istiadat yang berkembang di masyarakat menjadi kunci tersendiri untuk menarik wisatawan.

Namun ia masih khawatir jika cerita yang berkembang dari satu hometay dengan homestay yang lain berbeda. Sehingga, dia pun menyarankan agar masyarakat membuat sebuah buku saku sebagai landasan dalam membuat cerita.

"Jadi ceritanya bisa seragam, karena ketika tidak seragam akan membuat wisatawan bertanya-tanya. Takutnya nanti malah membuat wisatawan tidak percaya dengan cerita yang ada di masyarakat," imbuhnya.

Menurutnya, sumber daya manusia di Desa Wisata Ngadas juga sangat mumpuni. Di mana homestay yang dikembangkan juga memiliki nilai tersendiri.

Para pemilik homestay juga tak lupa memperkenalkan budaya dan tradisi yang berkembang di masyarakat Ngadas. Tanpa kecuali jenis makanan yang disuguhkan lengkap dengan tata cara makan dan cerita yang tersimpan dibaliknya.

Dia juga berpesan agar manajemen pengelolaan Desa Wisata Ngadas, terutama untuk homestay lebih diperkuat. Karena dengan penguatan tradisi, maka akan berdampak pula pada jumlah kunjungan.

Dia juga meminta agar masyarakat lebih telaten. Karena untuk mewujudkan wisata yang ungg membutuhkan waktu yang singkat.

"Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan lagi di Desa Ngadas ini. Dan saya optimis pasti akan berkembang lebih besar nantinya," pungkas Ferdinand.