Papan penunjuk area zona aktif pembuangan sampai di TPA Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Papan penunjuk area zona aktif pembuangan sampai di TPA Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Sebagai kota wisata sampah masih jadi masalah utama Kota Batu. Karena untuk menciptkan kota bebas dari sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu bakal memberikan fasilitas pembuangan sampah.

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

Fasilitas itu yakni membuat tempat pengolahan sampah disetiap Rukun Warga (RW) di Kota Batu.

Totalnya yang akan dibuatkan pengolahan sampah itu ada di 236 titik RW. Akan tetapi pembangunan itu dilakukan secara bertahap. 

Adanya pengolahan sampah ini merupakan upaya untuk mengurangi sampai yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo. Sekaligus mempermudah pemilihan jenis-jenis sampah.

“Kalau setiap RW ada tempat pengolahan sampah ini sangat membantu sekali. Jadi gak perlu lagi pengolahan sampah di TPA, mempermudahlah,” ujar Kepala DLH Kota Batu Arief As Siddiq 

Untuk mewujudkan hal tersebut tim DLH Kota Batu mulai turun tangan dengan mempersiapkan Sumberdaya Manusia (SDM).

Mempersiapkan prasarana hingga membuat aturan terkait pengolahan sampah. 

“Di sini kami mencoba menangani secara sungguh-sungguh tentang tempat pengolahan sampah. Dari segala aspeknya,” imbuhnya, Minggu (28/10/2018).

Bahkan petugas juga mulai melakukan tindakan dengan melakukan sosialisi di tiap kecamatan sehak akhir bulan Oktober ini.

Untuk pertama kalinya menyasar di Kecamatan Batu dengan mengundang ketua RW dan pengurus bank sampah di masing-masing RW.

Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan

Menurutnya dengan adanya pengolahan sampah  ini sebagai wujud komitmen Wali Kota Batu untuk terciptanya Kota Batu bersih dari sampah tahun 2019.

“Apalagi Kota Batu merupakan kota wisata kita harus berupaya disetiap sudut tidak ada sampah,” tambah Mantan Camat Batu ini. 

Wujud dari komitmen itu pada tahun 2018 ini Pemkot Batu telah menggelontorkan Rp 2 Miliar untuk pembangunan taman, sarana prasarananya, dan sebagainya. 

Itu hanya itu saja, juga sudah ditrbitkannya Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Batu tentang kebijakan strategi daerah dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Dengan demikian harus ditindaklanjuti melalui produk hukum berupa Perdes dan Peraturan Kelurahan, bahkan aturan ini harus ditindaklanjuti hingga tingkat RW. 

Sedang tahun ini, DLH Kota Batu juga telah memberikan pengadaan motor roda tiga. Dibeberapa RW sudah mendapatkan fasilitas tersebut.

“Di mana kendaraan operasional oengangkut sampah itu akan diberikan secara bertahap setiap tahun dari total 236 RW,” tutup Arief.