Tak Segera Ambil Bukti Tilang SIM atau STNK, Blokir Kejaksaan Menanti

Oct 27, 2018 20:06
Kepala Kejari Kota Malang, Amran Lakoni (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kepala Kejari Kota Malang, Amran Lakoni (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang memberikan imbauan tegas bagi para pelanggar lalu lintas yang belum atau tak segera mengambil barang bukti tilang SIM atau STNK di Kantor Kejari Kota Malang.

Imbauan tegas tersebut disampaikan Kepala Kejari Kota Malang, Amran Lakoni. Menurutnya, ancamannya berupa pemblokiran SIM maupun STNK yang tak kunjung diambil para pelanggar sesudah melewati masa jadwal sidang yang sudah ditentukan.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid 19, Pelaku Curnamor Makin Liar, Sehari Dua Motor Digasak

"Kalau nggak segera diambil, ya tentu kita akan blokir SIM atau STNK-nya. Makanya kami imbau agar masyarakat segera mengambil dan memenuhi kewajiban mereka," jelasnya

Dampak pemblokiran, jika mereka akan memperpanjang SIM, STNK ataupun mencoba membuat baru dengan menggunakan alasan kehilangan, maka hal tersebut tetap tidak akan bisa. 

Sebab, data dari para pelanggar sudah terekam dalam data Kejaksaan yang selanjutnya, pihak Kejaksaan akan membuat surat pemblokiran yang akan dikirimkan ke Samsat dan juga ke pihak Kepolisiaan.

"Memang waktu baku batas pengambilan belum ada, namun yang jelas, kami minta ya segera saja diambil, kalau tidak ya kami blokir," bebernya

Dilanjutkan Kajari, jika tidak dilakukan pemblokiran, maka para pelanggar bisa saja dengan sengaja tidak mengambil SIM atau STNK mereka, dan berfikir bisa membuat baru lagi dokumen-dokumen tersebut.

Baca Juga : Mau Beli Handphone Todongkan Pistol, Pria Ini Ditangkap Polisi

"Ya kadangkan memang ada yang sengaja, masa berlakunya habis kurang seminggu, kurang tiga hari, nggak diambil. Terus niat mau bikin baru. Nah itu nggak bakal bisa. Mereka harus selesaikan dulu tanggungan denda mereka, baru bisa memperpanjang atau membuat baru lagi," pungkasnya

Sementara itu, untuk bulan Oktober ini, pihak Kejari Kota Malang telah melakukan sidang terhadap 350 pelanggar yang terjaring dalam satu Minggu ini. kebanyakan dari para pelanggar, didominasi oleh mereka yang tidak memiliki kelengkapan dokumen seperti SIM atau STNK. 

Dari 350 pelanggar yang disidang, kebanyakan sudah banyak yang mengambil. Sedangkan yang belum diambil hanya tersisa tak sampai 50. Maka dari itu, pihak Kejari tetap mengimbau untuk masyarakat untuk segera mengambil SIM atau STNK mereka yang menjadi bukti tilang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Berita MalangTilang SIM atau STNKKepalaKejari Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru