Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat mengenakakan penutup kepala asli Desa Ngadas oleh tokoh masyarakat setempat (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat mengenakakan penutup kepala asli Desa Ngadas oleh tokoh masyarakat setempat (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Menjadi salah satu desa yang disiapkan sebagai desa wisata prioritas nasional, Desa Wisata Ngadas tentu bukan destinasi wisata ecek-ecek.

Sejak dulu, desa yang berada di lereng Gunung Bromo itu memang selalu menjadi unggulan dalam menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Eksotisme yang ditawarkan melalui kebudayaan yang masih utuh dan adat istiadat itu menjadi kunci utama mengapa Desa Wisata Ngadas selaku menjadi unggulan.

Bukan hanya alamnya yang cantik, budaya dan kehidupan masyarakat sehari-hari bahkan menjadi magnet paling utama yang membuat wisatawan betah berlama-lama di Desa Ngadas tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara menyampaikan, sesuai semangat dari Kementerian Pariwisata, desa wisata saat ini memang menjadi salah satu roh yang diseriusi untuk mengembangkan perekonomian dari tingkat yang paling bawah. Jika langkah itu berhasil, maka dipastikan perekonomian Indonesia secara menyeluruh juga akan terkatrol.

"Dengan potensi yang ada, maka masyarakat dan pemerintah harus selalu bersinergi serta konsisten membangun dan memajukan bersama," katanya di sela-sela penutupan kegiatan Pengembangan Desa Wisata Melalui Pendampingan Workshop Pengelolaan Homestay di Desa Wisata Ngadas, Sabtu (27/10/2018).

Made pun optimis, pengembangan desa wisata itu akan berhasil dan berdampak besar pada pembangunan di Kabupaten Malang dan Indonesia pada umumnya.

Dengan catatan masyarakat benar-benar konsisten untuk terus bertahan dan mengembangkan destinasi yang ada. Karena untuk menjadi maju, memang membutuhkan waktu yang tak sebentar.

"Dan Desa Wisata Ngadas saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat, maka harus terus konsisten untuk memajukan desanya," paparnya lagi.

Tak hanya itu, ia juga berpesan agar keelokan budaya dan tradisi yang ada tetap dihaga dan dilestarikan. Karena itu menjadi poin utama wisatawan untuk datang dan berkunjung.

Di antaranya budaya kuliner yaitu menyuguhkan aneka olahan khas dari warga setempat, termasuk cara dan kebiasaan makan bersama di pawon (dapur; red). "Budayanya harus selalu dipertahankan bersama-sama," pungkasnya.