AKBP Bambang Sugiharto (tengah, memakai topi BNN) dan anggotanya saat merilis pelaku pengedaran narkotika berikut  barang buktinya. (Hendra Saputra)
AKBP Bambang Sugiharto (tengah, memakai topi BNN) dan anggotanya saat merilis pelaku pengedaran narkotika berikut barang buktinya. (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang berhasil membekuk dua laki-laki bersaudara dalam waktu tidak lebih dari 24 jam. Mereka terlibat peredaran narkotika jenis THC (delta 9-tetrahydrocannabinol) atau yang tenar dengan nama ganja dan sabu-sabu di tempat berbeda. 

Rabu (24/10/2018) kemarin adalah akhir dari perjalanan dua bersaudara kandung AF (27) dan JS (34) dalam lingkup dunia hitam narkotika. 

AF ditangkap terlebih dahulu oleh BNN pada pukul 13.20 di Jalan Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, saat mengendarai motor. Petugas BNN sempat nekat menabrakkan motornya karena pelaku sangat gesit saat mengendarai kendaraan yang dibawanya. 

Dari hasil penggeledahan badan dan kendaraan pelaku, tim menemukan 4 bungkus narkotika golongan 1 jenis sabu dengan berat kurang lebih 51 gram. Tak hanya di situ. Petugas juga langsung melakukan penggeledahan ke rumah AF di Jalan Gadang. Di situ ditemukan 8 bungkus plastik berisi ganja kering dengan berat kurang lebih 2,3 kilogram, 2 buah handphone dan juga timbangan digital. 

Dari keterangan Kepala BNN Kota Malang AKBP Bambang Sugiharto, AF mengakui bahwa yang dilakukan karena desakan ekonomi. "Si AF ini sepertinya ingin kaya dengan cara instan," ucapnya. 

Padahal, lanjut AKBP Bambang Sugiharto, istri AF saat ini sedang dalam kondisi hamil anak yang kedua. Namun AF harus mendekam di balik jeruji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

"Istri kamu hamil katanya? Berapa bulan?" tanya Bambang. "Sekarang masuk 4 bulan, Pak," jawab AF dengan kepala tunduk dan mengenakan penutup wajah. 

"Nah kan kasihan. Maunya AF ini dapat uang instan dari jual barang haram," imbuh Bambang. 

Tak berhenti di situ. Anggota BNN kemudian melakukan pengembangan kasus AF. Alhasil, kakak kandungnya yang berinisial JS (34) diamankan di rumahnya di Jalan Gadang. Di rumah JS. ditemukan 1 bungkus plastik berisi sabu dengan berat kurang lebih 7,5 gram dan 3 bungkus plastik bekas paket yang diduga untuk membungkus ganja, 1 set alat isap (bong), 1 buah buku tabungan (BCA), 5 buah kartu perdana Indosat, 1 buku catatan transaksi, 1 box klip plastik kecil, 2 buah handphone dan timbangan digital. 

"Setelah menangkap AF, dia kami paksa untuk bicara siapa lagi di atasnya. Ternyata dia mengaku kakaknya, lalu anggota langsung menuju rumahnya dan mendapati barang bukti," ungkapnya. 

Atas perbuatannya, AF dan JS kini mendekam di balik jeruji BNN Kota Malang untuk terus dilakukan pendalaman. Dan tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 111 ayat 2, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (*)