Petugas gabungan beserta warga saat membenahi bangunan rumah dan fasilitas umum berupa sekolah taman kanak-kanak pasca musibah melanda, Kecamatan Pakis (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Petugas gabungan beserta warga saat membenahi bangunan rumah dan fasilitas umum berupa sekolah taman kanak-kanak pasca musibah melanda, Kecamatan Pakis (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pasca musibah akbar yang terjadi saat hujan perdana yang melanda di bulan Oktober, menyebabkan ratusan rumah dan fasilitas umum rusak parah di Kabupaten Malang. Hujan deras yang disertai angin kencang, mengakibatkan sedikitnya 104 rumah penduduk dan fasilitas umum serta bangunan taman kanak-kanak mengalami kerusakan. Tidak hanya itu saja, intensitas air yang tinggi juga memicu longsor.

Selain genteng yang berhamburan, beberapa bangunan rumah juga roboh di berbagai wilayah di Kabupaten Malang, Selasa (23/10/2018). Keempat daerah tersebut meliputi, Dusun Wates Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo, Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis, Dusun Dami Desa Ampeldento Kecamatan Karangploso, dan Desa Bokor Kecamatan Tumpang.

Satu bangunan taman kanak-kanak, RA Hasyim Asy'ari juga ikut terdampak bencana. Akibat insiden, sekolah tersebut terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar, Rabu (24/10/2018).

Beberapa tim gabungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, Dinas Sosial (Dinsos), petugas kepolisisan dan TNI, perangkat desa, dibantu warga, nampak bahu membahu membersikan dan membenahi bangungan pasca bencana melanda.

Sekertari Desa Sekarpuro Ahmad Suhadi menuturkan, meski di daerahnya menjadi wilayah terdampak musibah terparah, nyatanya sebagian besar warga masih memilih tinggal di kediaman masing-masing, lantaran bangunan hanya mengalami kerusakan di bagian atap. “Meski puluhan rumah diterjang angin, namun hanya sebagian prmukiman warga yang sampai roboh. Jadi masih bisa ditempati,” terang Suhadi.

Suhadi menambahkan, bencana puting beliung, bukan kali pertama terjadi di desanya. Tepatnya pada 2016 lalu, insiden surupa juga terjadi di Desa Sekarpuro. “Dulu (2016) lumayan parah, puluhan rumah rusak dan roboh. Jadi terpaksa tinggal di penampungan bencana,” imbuhnya.

Sementara itu, kepala Taman Kanak-kanak (TK) Muslimat NU 28 Hasyim Asy’ari Sumiati mengatakan, di tempat belajar anak yang berlokasi di Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis ini, juga mengalami kerusakan parah akibat bencana yang terjadi kemarin.

Atap bangunan yang rusak akibat diterjang angin kencang, mengakibatkan air hujan membasahi ruangan belajar. Akibatnya perlengkapan belajar seperri buku dan sarana pra sarana pembelajaran lainnya basah dan tidak bisa digunakan kembali. Selain ruang pembelajaran, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), juga mengalami hal serupa. “Saat kejadian, sekolah dalam keadaan sepi jadi tidak ada yang mengevakuasi peralatan belajar,” kata Sumiati.

Sumiati menambahkan, akibat kejadian tersebut, pihak sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar kepada 120 siwanya. Untuk sementara waktu, atap yang rusak ditutup menggunakan terpal guna mengantisipasi air hujan masuk. “Kemungkinan akan kita liburkan hingga minggu, Senin mendatang rutinitas pembelajaran kita mulai kembali,” imbuhnya.

Sementara itu , Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji Utomo menjelaskan, pihaknya beserta instansi terkait, sudah menerjunkan beberapa personel untuk membersihkan serta membenahi puing bangunan yang mengalami kerusakan. “Selain bantuan tenaga, kami juga menyalurkan beberapa sembako kepada warga yang terdampak bencana,” ujar Utomo.