Salah satu wisata Bukit Teletabies di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu wisata Bukit Teletabies di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pariwisata Kota Batu menginginkan agar desa wisata memiliki paket wisata. Tujuannya agar wisatawan bisa bertahan lama di desa tersebut. Keinginan itu pun sudah diwujudkan oleh beberapa desa di Kota Batu.

Beberapa desa yang sudah memiliki paket wisata seperti Desa Bumiaji Kecamatan Bumiaji, Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji, Desa Junrejo Kecamatan Junrejo, Desa Oro-Oro Ombi. Akan tetapi lebih baik untuk melancarkan promosinya perlu ada media publikasi misalnya selebaran.

Selebaran itu berisikan tentang keterangan paket wisaya yang dijual. Pelaksana Tugas (plt) kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono menjelaskan beberapa desa di Kota Batu sudah memiliki paket wisata. Akan tetapi untuk melancarkan promosi perlu ada selebaran.

“Kalau dibuatkan selebaran juga akan mempermudah Pemkot untuk memfasilitasi kepada agen wisata, nanti bisa kita titipkan ke sana,” ungkap Imam. 

Selebaran itu tidak hanya bisa dititipkan kepada agen wisata, tetapi juga berbagai hotel-hotel untuk mempermudah mempromosikan desa wisatanya. “Seperti Desa Bumiaji seperti ini sudah siap untuk menjual desa wisatanya. Sudah mulai buat selebaran,” imbuhnya, Selasa (23/10/2018).  

Seperti halnya Desa Bumiaji sudah memiliki paket wisata, ada 3 wisata yang disuguhkan. Wisata alam itu terdapat tiga paket harganya masing-masing paket itu ada yang Rp 270 ribu, Rp 450 ribu, dan Rp 990 ribu. Misalnya untuk paket 1 seharga Rp 270 ribu per orang itu bisa menjelajahi obyek wisata gardu pandang, bukit teletabis, dan Coban Talun.

Fasilitasnya guide, mobil plus bbm dan parkir, tiket masuk lima spot, makan siang, snack, merchandise. Paket 2 Rp 450 ribu per orang objeknya Gardu Pandang, Bukit Teletubis, Coban Talun, Rafting. Fasilitasnya guide, mobil plus bbm dan parkir, tiket masuk lima spot, makan siang, snack, merchandise, perlengkapan rafting plus instruktur rafting. 

Lalu Paket 3 Rp 990 ribu per orang, objeknya Gardu Pandang, Bukit Teletubis, Coban Talun, Rafting, Paralayang. Fasilitasnya guide, mobil plus bbm dan parkir, tiket masuk lima spot, makan siang, snack, merchandise, perlengkapan rafting plus instruktur rafting, dan homestay.

Lalu paket wisata edukasi terdapat empat paket seharga Rp 75 ribu per orang, tetapi minimal untuk 30 orang. Mulai dari petik jambu kristal, dapat fasilitas bibit tanaman, makan siang, snack, games edukatif, merchandise.

Paket 2 ada petik jeruk, fasilitasnya Bibit tanaman, makan siang, snack, games edukatif, merchandise. Paket 3 petik apel, fasilitasnya bibit tanaman, makan siang, snack, games edukatif, merchandise.

Dan paket 4 ada petik dan rangkai bunga. Dengan fasilitas ada bibit tanaman, makan siang, snack, games edukatif, dan merchandise.

Dan wisata budaya ada 4 paket, seharga Rp 250 ribu per orang minimal 6 orang. Ada wisata budaya menulis aksara Jawa. Fasilitasnya instruktur, media gambar dan latihan, alat tulis (dipinjamkan), dan snack. 

Paket 2 Rp 250 ribu per orang minimal 30 orang. Fasilitasnya instruktur, kanvas,  alat tulis (dipinjamkan), dan snack. Paket 3 seharga Rp 250 ribu per orang minimal 6 orang. Yakni tari tradisional, dengan fasilitas instruktur dan snack. 

Dan paket 4 seharga Rp 250 ribu per orang minimal 6 orang. Dengan wisata budaya membatik, fasilitasnya instruktur, kain, alat membatik (dipinjamkan), pola gambar, dan snack.

Menurut Imam dengan adanya kesiapan promosi untuk paket desa wisata memudahkan mendatangkan wisatawan. Dengan demikian akan berimbas pada perekonomian warga. “Ke depan semoga desa lainnya bisa mencontoh desa  wisata yang sudah punya paket dan diinformasikan melakui edaran,” harap pria yang juga staf ahli ini.