Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang M. Hidayat (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang M. Hidayat (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

MALANGTIMES - Saat ini, wilayah Kabupaten Malang benar-benar kekurangan guru. Masalah ini harus segera diselesaikan sebelum tahun 2020. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Drs. M. Hidayat, MM. MPd saat ditemui di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Senin (22/10) setelah acara Seminar Nasional Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0. "Benar-benar kekurangan guru. Bila ini tidak diselesaikan sesegera mungkin di tahun 2020 akan habis kita," tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah guru yang berstatus ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Malang hanya  sekitar 1.808. Sementara yang dibutuhkan Kabupaten Malang saat ini mencapai 3.800 guru. Tentunya itu merupakan jumlah yang besar. Mengingat guru yang akan diterima PNS (Pegawai Negeri Sipil) hanya berjumlah 630 guru. Sedangkan saat ini yang banyak justru adalah GTT (Guru Tidak Tetap).

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

"3800 guru yang dibutuhkan Kabupaten Malang. Yang ada GTT banyak, 6304, sedangkan realnya yang dibutuhkan untuk bisa melayani masyarakat dengan baik sesuai dengan kompetensi dan bidang keilmuannya itu 3.800," paparnya.

Harapan Hidayat, GTT ini diakomodir oleh pemerintah pusat. Sebab insentif untuk GTT dari Pemkab saat ini dikatakan masih belum bisa layak. Apalagi, menurut Hidayat ada keinginan dari pemerintah pusat bila guru berumur 40 tahun ke atas akan diserahkan daerah. "Padahal daerah itu mungkin tidak mampu membiayai itu," imbuhnya.

Saat ini, dari Pemkab sendiri hanya bisa membantu GTT dengan pemberian insentif yang jumlahnya tidak seberapa besar. "Kalau di 2018 hanya mampu memberikan Rp 600 ribu satu tahun tapi insya Allah tahun 2019 kita tingkatkan 100 persen," ujarnya.