Sukses Hari Santri, Gus Thoriq : Giliran Sholawat Indonesia Jadi Doa Resmi Negara

Gus Thoriq inisiator Hari santri nasional. Kini dirinya berharap Sholawat Indonesia bisa jadi doa resmi negara (Dok MalangTIMES)
Gus Thoriq inisiator Hari santri nasional. Kini dirinya berharap Sholawat Indonesia bisa jadi doa resmi negara (Dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah sukses mengusung hari santri menjadi hari besar nasional, pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) Babussalam, Kecamatan Pagelaran, Gus Thoriq bin Ziyad sebagai penggagasnya, kembali mengajukan hal lainnya. 

Kini dirinya mengusulkan dan berharap banyak adanya doa yang seragam untuk bangsa dan negara Indonesia. Doa tersebut pun telah disiapkan sejak tahun 2017 oleh dirinya. Atas usulan dari seluruh santri dan warga Kabupaten Malang. Doa tersebut dinamakan Sholawat Indonesia. 

"... Engkau hilangkan kesusahan kami; kesusahan duniawi dan ukhrowi...Engkau jaga kami dari kebejatan dan moral yang buruk. Engkau jadi baikkan setiap pemimpin dan yang dipimpin...". Begitulah sedikit cuplikan dari Sholawat Indonesia yang diharapkan menjadi doa resmi negara. 

Diusungnya Sholawat Indonesia, menurut Gus Thoriq selain untuk mengisi kekosongan atau tidak adanya doa khusus untuk kedamaian dan kemakmuran bangsa dan negara Indonesia. "Juga sebagai pemersatu bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Apalagi di tahun-tahun politik seperti saat ini. Melalui sholawat Indonesia, Insya Allah semua masalah terselesaikan, " kata Gus Thoriq,  Senin (22/10/2018). 

Sholawat Indonesia, ibarat software yang memberikan kesejukan dan kedamaian. Sedangkan hardware-nya adalah masyarakat Indonesia itu sendiri. Saat software dan hardware menyatu atau manunggal, maka kekuatan maha besar akan melingkupi bangsa dan negara Indonesia. 

"Kita akan menjadi negara maju dan terdepan kalau ini sudah berjalan beriringan dibanding negara lainnya," ujar Gus Thoriq.

Harapan besar disampaikannya untuk menjadikan Sholawat Indonesia sebagai doa resmi negara dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat pusat sampai daerah. Setelah dideklarasikan di Singosari tahun 2017 lalu, direncanakan akan dideklarasikan di berbagai daerah lainnya. Hal ini untuk menjadikan sholawat sebagai penguat secara batiniah dalam masyarakat. 

Disinggung mengenai landasan lain Sholawat Indonesia diajukan untuk menjadi doa resmi negara, Gus Thoriq menyampaikan amanah dari kalimat Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, 'Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa’.  Artinya, lanjut Gus Thoriq, doa pada Tuhan tidak boleh dilupakan setelah merdeka. 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top