Coldiac, Band Malang Peraih Nominasi AMI Awards, Luncurkan Album O

Band asal Kota Malang Coldiac (foto: Coldiac)
Band asal Kota Malang Coldiac (foto: Coldiac)

MALANGTIMES - Lighting hijau, kuning, ungu, jingga, dan merah secara bergantian menyoroti tiga orang yang kala itu perform. Sambil berjoget, ketiganya menghadirkan musik bernuansa synth pop. Meski absen dua personel, tiga lelaki itu mampu menyihir sekitar 50 orang di lantai 2 Kafe Nomu untuk berjoget kecil.

Tiga orang itu personel Coldiac. Sebuah band asli Malang yang pada tanggal 26 September lalu mendapat nominasi AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards sebagai duo/grup/vokal/kolaborasi R&B terbaik.

Pertama mendengar musik Coldiac, akan banyak orang menyangka kalau mereka adalah band dari luar negeri. Jenis musik dan kualitas seperti itu jarang kita temukan di sini. Malahan, musik Coldiac secara live lebih mengasyikkan untuk dinikmati. Mulai dari sound, lighting, dan segala halnya terkonsep dengan sempurna.

Malam itu, tepat setelah mereka perform, MalangTIMES sempat berbincang sekitar 15 menit dengan salah satu personel berambut keriting bernama Sambadha. Coldiac memiliki 5 personel: Sambadha (vokal-gitar), Mahatamtama Arya Adinegara (vokal-gitar), Derry Rith Haudin (synth-keys), Bhima Bagaskara (bas), dan Judha Widhita (drum) .

Setelah menghadiri acara AMI Awards, 16 hari setelahnya, tepatnya pada 12 Oktober lalu, mereka merilis album kedua yang dinamakan O di berbagai kanal streaming digital. "O diibaratkan seperti roller coaster. Kalau dengar album itu, pasti kalian akan merasakan emosi yang naik turun. O juga seperti roda kehidupan yang selalu berputar," terang Sambadha.

Inspirasi album itu sendiri berasal dari pengalaman. Meski didominasi cinta, album tersebut membawa pesan yang menyangkut kehidupan secara kompleks, mulai dari masa kecil sampai ketakutan di masa tua nanti. Single pertamanya yang berjudul Tara mengangkat isu mengenai ketakutan di masa tua itu.

"Tara mengenai ketakutan kita pada masa tua nanti dan pesan moral yang ingin kita sampaikan itu. Apa pun yang terjadi di masa tua nanti, yang sudah-sudah jangan disesali," ucapnya.

Perilisan album O juga dibarengi rilis single kedua yang berjudul White Room. Berikut klip videonya di Youtube.

Perihal dinominasikannya Coldiac di AMI Awards, Sambadha dan teman-temannya mengaku tidak menyangka mengingat Coldiac merupakan band dari daerah.

"Kita nggak nyangka banget bisa masuk nominasi awards di acara musik paling bergengsi lah di Indonesia. Dan kita dari daerah, nggak dinaungi label yang besar," ujarnya.

Sambadha menyatakan ia merasa diapresiasi. Namun, bukan berarti lantas merasa puas. Pencapaian tersebut justru membuat Coldiac terpacu untuk kerja lebih keras dari sebelumnya. Sambadha sendiri optimistis Coldiac nantinya bisa membanggakan Kota Malang. Bahkan, memotivasi musisi daerah untuk sukses.

"Kita cuman pengen ngebuktiin bahwa kita yang dari daerah akan bisa. Saya optimistid kalau misalkan Coldiac akan bisa membanggakan Kota Malang bahkan memotivasi temen-temen di daerah lainnya kalau misalkan nggak harus kalian bikin band dan kalian start di Jakarta. kalian bisa start dari kota kalian sendiri," ungkap dia.

Band yang terbentuk tahun 2015 ini memiliki goal untuk go international. Kendati demikian, tidak banyak orang yang tahu kalau sebelum merilis album pertama, Coldiac kerap bertengkar.

"Kita tuh dulu sebelum album kedua sering banget berantem karena albumnya nggak rilis-rilis. Jadi, albumnya itu sebenernya udah ready dari tahun 2014. Tapi rilisnya tahun 2016," terang Sambadha mengenai album pertama Coldiac," bebernya.

Sebelum menjadi Coldiac, mereka adalah band lain yang ditinggal oleh vokalisnya. Untuk itu, banyak konflik di proses album pertama Coldiac. Meski begitu, Sambadha mengaku kalau pertengkaran itu worth it dan memang sudah seharusnya terjadi.

"Justru itu jadi bahan belajar kita kalau konflik itu memang harus dikonflikin sekalian karena langsung selesai. Belakangan banyak band bubar. Kebanyakan karena ada hal yang ga bisa dikomunikasiin. Kalau di Coldiac mah berantem ya berantem aja. Setelah itu selesai. Justru karena itu kita sekarang jadi makin ngerti. Semua punya komitmen yang sama untuk membesarkan band ini," ungkapnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top