Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (foto: Imarotul Izzah)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (foto: Imarotul Izzah)

MALANGTIMES - Membludaknya taksi online membuat Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia keteteran.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Hal ini diakui Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke Malang di Universitas Brawijaya, Sabtu (20/10/2018).

“Sekarang aja kalau ngomong jujur, kita kan keteteran dengan taksi online, kita tidak bisa mengantisipasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan penyesalannya tidak melibatkan startup dari awal.

“Kalau kita dari awal memikirkan startup bagian dari apa yang kita lakukan, semua itu bisa diantisipasi,” imbuhnya.

Mengenai startup ini, Budi Karya mengaku sangat bergantung ke anak muda.

Ia mendorong dan siap mendukung anak muda yang membuatnya. Sebab, startup menjadi solusi mengatasi permasalahan transportasi di Indonesia.

“Saya mengatakan bahwa itu (startup) potensial dan itu harus didukung dan itu menjadi solusi nasional,” tegasnya.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Budi Karya sendiri menyatakan bahwa ia memang banyak mendapat masukan dari anak muda prihal startup tersebut.

Ia pun menerima masukan tersebut, bahkan menurutnya startup harus dikolaborasikan, diangkat, dibina, dan diberikan support.

“Agar itu menjadi suatu solusi bagi pekerjaan-pekerjaan keseharian,” imbuhnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Kemenhub sempat membuat kompetisi bernama Startup Challenge.

Dalam kompetisi tersebut dikumpulkan 120 startup terbaik dari seluruh Indonesia. Setelah itu dipilih 20 startup untuk dibina.

“Supaya apa? Merekan harus menghasilkan sesuatu dan memotivasi startup yang lain berbuat yang baik untuk dirinya maupun untuk masyarakat maupun bangsa,” tandas Budi Karya.