Ilustrasi para pegawai di lingkungan Pemkot Malang saat mengikuti kegiatan upacara bendera di depan Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Ilustrasi para pegawai di lingkungan Pemkot Malang saat mengikuti kegiatan upacara bendera di depan Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Menjadi aparatur sipil negara (ASN) masih menjadi incaran banyak orang. Bahkan, di Kota Malang sebanyak 4.319 orang terdaftar mengajukan lamaran dalam perekrutran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 ini.

Dari jumlah itu, 4.037 orang tampaknya harus gigit jari saat pengumuman nanti.

Hal tersebut karena kuota yang diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk Kota Malang hanya 282 formatur.

Artinya, untuk satu posisi diperebutkan setidaknya 15  hingga 16 orang. Para pelamar itu nantinya akan ditentukan dari seleksi administrasi hingga hasil tes kemampuan.

Kabag Humas Setda Kota Malang M Nurwidianto mengungkapkan, dari total 4.319 berkas pelamar yang masuk, mayoritas berminat untuk mengisi posisi tenaga guru.

Jumlah pelamarnya mencapai 3.725 orang. Sisanya, mendaftar untuk tenaga kesehatan, tenaga teknis, dan kalangan disabilitas. 

"Dari total itu, ada 2.264 pelamar yang memenuhi syarat. Sisanya ada 90 orang yang tidak memenuhi syarat dan 1.965 pendaftar yang belum terverifikasi," ujar Wiwid, sapaan akrabnya.

Dia merinci, dari 3.725 pelamar posisi guru, sebanyak 2.040 telah memenuhi syarat administratif untuk masuk ke tahap selanjutnya. 

Yang dipastikan gagal tahap seleksi administrasi berkas sebanyak 66 lamaran dan 1.619 belum terverifikasi.

Sementara untuk tenaga kesehatan, yang mendaftar sebanyak 458 pelamar. 183 lamaran dinyatakan memenuhi syarat sedangkan 20 tidak dan 255 masih terproses. 

Untuk tenaga teknis, dari jumlah pelamar 129 orang baru 34 yang dinyatakan memenuhi syarat.

Sisanya, ada empat orang gagal verifikasi dan 94 lamaran masih diproses.

"Sementara untuk tenaga honorer K2 dengan formataur tujuh orang, semuanya dinyatakan memenuhi syarat," ujarnya. 

Wiwid menambahkan, tes tertulis rencananya akan dilaksanakan di SMK Negeri 2 Kota Malang. Meski demikian, belum ada jadwal pasti terkait waktu pelaksanaannya.

"Masih belum ada informasi soal kapan pelaksanaan tes CPNS. Kami dari Pemkot Malang hanya menunggu informasi dan jadwal dari pusat," tegasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kota Malang membuka 282 kuota CPNS untuk beberapa posisi. Yakni sebanyak 230 kuota untuk tenaga pendidik attau guru, 39 untuk tenaga kesehatan, enam orang tenaga teknis, serta tujuh kuota untuk eks tenaga honorer K2. 

Peserta pun dapat mengakses informasi pendaftaran tersebut melalui situs website Pemkot Malang, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang, maupun situs sscn.bkn.go.id yang disediakan khusus oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI. 

End of content

No more pages to load