Buntut Kerusuhan Unikama, Polisi Tetapkan Satu Mahasiswa sebagai Tersangka

MALANGTIMES - Pasca kerusuhan yang sempat pecah di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) pada Senin (15/10/2018), polisi menetapkan satu tersangka.

Saat kejadian memang ada korban luka yang harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka yang parah pada beberapa bagian tubuhnya akibat terkena pukulan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK, Sabtu (20/10/2018).

Pihaknya menjelaskan, penetapan salah satu mahasiswa sebagai tersangka tersebut, karena memang saat itu ia (pelaku) terekam jelas dalam CCTV terlibat pemukulan.

"Kendati saat itu banyak orang, namun yang terlihat jelas dalam CCTV ya pas anak ini. Kemudian kita amankan," ungkap mantan Kabag Ops Polres Metro Jakarta Utara ini.

"Sementara masih satu ini, tapi sudah tau nama-nama yang lain, nanti kita dalami lagi, kita jemput, satu tersangka memang mahasiswa," tambahnya.

Namun, terkait identitas pelaku, pihak Kapolres masih belum membeber jelas siapa oknum mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut. 

"Yang jelas korbannya sudah lapor, dengan bukti visum rumah sakit dan saksi yang diperiksa masih dua orang," terangnya.

Terkait apakah aksi tersebut bergerak karena adanya aliran uang atau tidak, pihaknya tidak mengetahui hal itu. Namun yang jelas, pihaknya bertindak jika memang terdapat pelanggaran pidana.

"Dia dikenakan pasal 170, tentang pengeroyokan dan terancam hukuman lima tahun penjara.

Sementara itu, Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta menjelaskan, salah satu mahasiswa yang menjadi tersangka tersebut, diduga merupakan pihak dari Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) kubu Salamat Riyadi.

"Ada sajam yang dulu sempat kita amankan.  Kalau untuk pelaku, waktu itu memang pas terekam dalam CCTV, sehingga dia terbukti melakukan pengeroyokan," terangnya.

Sebelumnya, Unikama, Senin (15/10/2018), kembali memanas. Bahkan akibat situasi yang tak kondusif, puluhan massa sempat diamankan polisi. 

Akibat kerusuhan tersebut, kaca-kaca gedung rektorat pecah. Bahkan pihak kepolisian akhirnya memasang garis polisi.

Tak hanya itu, enam orang pun sempat dilarikan ke rumah sakit menjalani perawatan akibat luka-luka. Kedua pihak yang bertikaipun sempat saling tuding bergaya preman saat berada di dalam kampus.

Top