Para warga lansia di Kota Malang tengah mengikuti senam masal di halaman Stadion Gajayana. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Para warga lansia di Kota Malang tengah mengikuti senam masal di halaman Stadion Gajayana. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Angka harapan hidup di Indonesia mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Di Jawa Timur, ada beberapa kota yang memiliki angka cukup tinggi. Yakni Kota Surabaya 73,88 tahun, Kota Kediri 73,69 tahun, dan Kota Malang 72,77 tahun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017. 

Salah satu yang mempengaruhi tingginya angka harapan hidup yakni ketersediaan fasilitas hingga program-program sosial untuk warga senior. Untuk semakin meningkatkan angka itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang saat ini tengah mencanangkan dan mempersiapkan diri agar Malang bisa menjadi Kota Layak Lansia.

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan bahwa lembaga kesehatan dunia, saat ini sudah menetapkan kategori warga senior atau lanjut usia (lansia). Yakni, warga yang sudah berusia 70 tahun. Hal ini senada dengan pertumbuhan angka harapan hidup di Kota Malang yang sudah mencapai usia 73 tahun pada 2018 ini.

"Artinya di Kota Malang jika ada anak lahir mendapat layanan kesehatan yang baik, fasilitas yang baik dan sebagainya, maka secara logika mereka bisa hidup sampai usia 73 tahun," tandasnya. Dikatakan, beberapa fondasi agar Malang mampu menjadi Kota Layak Lansia perlahan sudah ditempuh Pemkot Malang. 

Misalnya, penambahan fasilitas, layanan publik, serta layanan kesehatan prima bagi para lansia terus digeber. "Lansia bukanlah 'momok' karena mereka adalah orang tua kita. Anak muda harus menghormati para lansia baik dalam kehidupan sosial maupun layanan publik. Nantinya, lansia harus mendapatkan tempat tertinggi dan terdepan dalam layanan publik termasuk pemenuhan dan penambahan fasilitasnya," urai Sutiaji.

Sutiaji juga berpesan kepada para lansia agar terus aktif berkarya serta mampu menjadi tauladan bagi anak muda dalam rangka estafet pembangunan nasional dan Kota Malang pada khususnya. Hal ini diungkapkan langsung Sutiaji dalam kegiatan Apel dan Senam Bersama Karang Werdha untuk Memperingati HLUN 2018 di luar Stadion Gajayana, Sabtu (20/10/2018). 

Dalam kegiatan itu, hadir pula Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Ketua TP PKK Kota Malang Widayati, dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurut Sutiaji, potensi Malang menjadi kota layak lansia sangat besar. 

Apalagi, pada beberapa waktu terakhir, Malang sukses meraih gelar kota layak anak, dan kini sedang berjuang agar bisa menjadi kota layak pemuda. "Saat ini kita sudah menetuskan agar menjadi kota layak lansia dan Pemkot Malang yakin hal itu bisa terwujud," pungkasnya.