Para pelaku pengedar narkoba yang berhasil diciduk (foto:  Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para pelaku pengedar narkoba yang berhasil diciduk (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Narkoba nampaknya masih menjadi momok bagi masyarakat Kota Malang setelah kejahatan curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Pasalnya ternyata masih banyak para pengedar narkoba yang masih berkeliaran. 

Terbukti dalam Minggu ini, Polisi Polres Malang Kota berhasil menangkap dua jaringan narkoba dengan lima tersangka. Jaringan yang pertama ditangkap adalah jaringan kelompok Bram. Ia ditangkap pada 15 Oktober 2018.

Jaringan Bram kerap kali beraksi mengedarkan narkoba di kawasan Sawojajar. Dari kelompok jaringan pertama itu, polisi berhasil menangkap empat orang pelaku, yakni Bram (20) warga Jalan Sawojajar IX Malang, Mai (22) warga Jalan Ki Ageng Gribik, Kots Malang, Aris (19) warga Jalan Danau Maninjau, Sawojajar, Kota Malang dan Boneng (27) warga Dusun Leses, Desa Ngijo, Karangploso.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK mengungkapkan, bahwa tertangkapnya para pelaku ini bermula dari informasi warga sekitar yang sering mendapati adanya transaksi narkoba di kawasan Sawojajar.

"Dapat informasi, kemudian didalami oleh petugas dengan penyelidikan dan benar saja petugas mendapati adanya transaksi. Kemudian langsung saja dilakukan penangkapan," jelasnya (19/10/2018).

Pertama kali, polisi menangkap Bram di kediamannya. Di sana petugas menemukan barang bukti yang cukup banyak, yakni lima bungkus ganja yang dilakban coklat dan tiga bungkus ganja yang dilakban putih.

Tak hanya itu, setelah kembali melakukan penggeledahan, petugas kembali menemukan barang bukti lima plastik klip yang berisi ganja dan juga uang tunai Rp 650 ribu.

"Untuk total barang bukti yang diamankan, seberat 488 gram ganja kering yang siap edar," bebernya

Kemudian, petugas terus melakukan pendalaman terhadap Bram, sampai akhirnya didapati nama pelaku-pelaku lain, yang juga ditangkap di masing-masing kediamannya. Dari para pelaku lain yang tertangkap, juga ditemukan barang bukti berupa ganja yang lumayan cukup banyak.

"Ganja seberat 2,34 gram dibungkus dengan koran, kemudian ganja seberat 34,5 gram dibungkus dengan sebuah tas plastik dan ganja seberat 43,51 gram dibungkus kertas berwarna putih. Dan kesemuanya ditemukan di rumah masing-masing pelaku," bebernya.

Kemudian, Kasat Reskoba Polres Malang Kota, AKP Syamsul Hidayat mengungkapkan, setelah jaringan Bram, polisi juga membekuk Asep (20) warga Jalan Aris Munandar, Kelurahan Kidul Dalem, Malang pada 16 Oktober 2018.

Asep juga merupakan seorang pengedar narkoba yang telah lama beraksi. Ia ditangkap setelah petugas mendapati gerak-gerik Asep yang mencurigakan. Saat itu, ia terlihat sedang berada di sebuah toko modern di kawasan Jalan Jupri, Kota Malang.

Petugas yang sebelumnya sudah mendapatkan informasi, adanya transaksi narkoba di kawasan tersebut, kemudian melakukan pengintaian. Setelah memantau cukup lama, melihat gelagat Asep yang tak mencurigakan, petugas kemudian langsung mendekati Asep dan melalukan penggeledahan. 

Benar saja, di dalam tas pelaku petugas menemukan barang bukti sabu seberat 0,45 gram yang disimpan dalam plastik klip kecil. Petugas kemudian langsung saja menggelandang pelaku ke kantor polisi.

"Saat ini petugas terus melakukan pendalaman dengan mendalami isi pesan-pesan dalam HP para pelaku. Dan semoga saja penyuplai barang haram terhadap para pelaku bisa segera ditangkap agar peredaran narkoba bisa semakin diminimalisir," pungkasnya.