Kunjungan tim penghargaan Kemen PUPR RI ke Kabupaten Malang, Jumat (19/10/2018). (DPKPCK for MalangTIMES)
Kunjungan tim penghargaan Kemen PUPR RI ke Kabupaten Malang, Jumat (19/10/2018). (DPKPCK for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Catatan prestasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Malang dalam berbagai bidang telah diakui di tingkat nasional. Setiap tahun, Pemkab Malang mengoleksi berbagai piagam dan piala atas berbagai pelayanan yang dilakukannya. 

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Selain hal tersebut, berbagai inovasi di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang pun terus bermunculan dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Semisal, inovasi Contra War yang telah berhasil menekan angka kematian ibu melahirkan dan anak sekitar 50 persen lebih. 

Tahun 2018, kembali Pemkab Malang mencatatkan prestasinya. Yakni lolos dan menjadi nominasi penerima penghargaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Tidak hanya satu inovasi yang direbut Pemkab Malang,  tapi ada dua. Sehingga mengantar Pemkab Malang menjadi 10 daerah terbaik di Indonesia. 

Dua nominasi penghargaan untuk Pemkab Malang itu berupa inovasi dalam bidang atau kategori waste of energy dan penerapan teknologi penyelenggaraan infrastruktur PUPR. 

"Dua inovasi tersebut yang membuat tim penghargaan dari Kemen PUPR datang tadi siang. Pemkab Malang terpilih dan dan jadi nominasi dalam inovasi tersebut," kata Wahyu Hidayat, kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang,  Jumat (19/10/2018). 

Inovasi waste of energy di Kabupaten Malang sebenarnya telah lama dipraktikkan. Yakni sejak tahun 2009 di tempat pembuangan akhir (TPA) edukasi Talangagung,  Kepanjen. TPA edukasi Talangagung saat ini telah menjadi salah satu praktik cerdas pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan dan direplikasi oleh pemerintah daerah di Indonesia. 

Wahyu menyampaikan, inovasi dikategori waste of energy inilah yang tahun ini masuk kembali menjadi nominasi penghargaan Kemen PUPR. 

Sedangkan di inovasi penerapan teknologi penyelenggaraan infrastruktur PUPR, ada keberhasilan dari pengelolaan sumber air di Sumber Maron, Gondanglegi. Sumber air yang kini dikenal sebagai destinasi wisata tersebut,  juga dijadikan pembangkit listrik bertenaga air. 

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Pengelolaan Sumber Maron menjadi wisata dan penelitian tersebut,  tidak merusak sumber air itu sendiri. Air tetap terjaga bersih dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,  sebagai fungsi awalnya. 

Masuknya dua nominasi penghargaan tersebut juga disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol  Kabupaten Malang Tien Farihah. "Benar dua inovasi tersebut masuk dalam nominasi penghargaan Kemen PUPR. Semoga bisa jadi yang terbaik diantara nominator dari daerah lainnya," ujarnya kepada MalangTIMES.  

Dalam kesempatan berbeda, Baby Setiawati Dipokusumo  selaku staf ahli Kemen PUPR beserta tim penilai penghargaan menyampaikan bahwa tujuan penghargaan untuk mendorong dan memotivasi Pemda untuk terus berinovasi. 

"Agar pemda lebih meningkatkan kualitas pembangunan infrastrukturnya. Sehingga hasilnya bisa dinikmati seluas dan sebanyak mungkin masyarakat, " ujarnya. 

Baby juga menyampaikan penghargaan dari Kemen PUPR juga sebagai potret kinerja pemda. Dengan adanya lomba tersebut, diharapkan bisa terpetakan proses pembangunan PUPR di tingkat daerah. "Sehingga hal ini bisa dijadikan kebijakan pusat dalam proses perencanaan sekaligus pembinaannya," pungkasnya. (*)