Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera
Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera

MALANGTIMES - Penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur memberikan batas waktu (deadline) terhadap tersangka Dhani Ahmad Prasetyo untuk memenuhi panggilan penyidik ke Polda Jatim. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barunga Mangera menjelaskan, pengacara yang bersangkutan meminta penundaan waktu yang tidak dijelaskan kapan batasnya. Karena itulah, penyidik telah melayangkan surat pemanggilan tersangka hingga batas waktu pekan depan. 

"Penyidik memberikan deadline (batas waktu) hingga Selasa (23/10/2018) agar yang bersangkutan (Ahmad Dhani) memenuhi panggilan penyidik sebagai tersangka," ujar dia, Jumat (19/10/2018). 

Barung mengatakan pihaknya telah mempersiapkan dua alternatif jika Dhani tidak hadir dalam pemanggilan yang pertama. Sesuai wewenang. penyidik akan melayangkan surat pemanggilan kedua pada Rabu (24/10).  Alternatif kedua, penyidik kembali melakukan panggilan kedua sebagai tersangka sekaligus yang bersangkutan dihadirkan secara paksa.

"Ini kami lakukan demi memenuhi kepastian hukum yang ada dikarenakan memang harus berjalan dan dituntaskan sebagai kasus dilaporkan oleh elemen masyarakat kepada Polda Jatim," tegasnya.

Sebelumnya, Ahmad Dhani dilaporkan Koalisi Elemen Bela (KEB) NKRI ke Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. Penyidik Anggota Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengusut kasus tersebut hingga secara resmi menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka.

Penetapan tersangka ini sesuai prosedur, bahkan melibatkan ahli bahasa, ahli ITE dan ahli hukum pidana. Suami Mulan Jamela ini sebagai tersangka karena diduga kasus pencemaran nama baik dan terkait dugaan ujaran kebencian (hate speech) di unggahan video vlog yang dibuatnya di Hotel Majapahit Jl Tunjungan Surabaya pada Minggu pagi, 26 Agustus 2018 lalu. (*)