MALANGTIMES - Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau kini disebut Aparat Sipil Negara (ASN) masih primadona yang memiliki daya magnet besar bagi masyarakat Indonesia. Tercatat, pelamar yang ingin menjadi ASN dari data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sampai tanggal 15 Oktober sudah mencapai 4.410.228 orang dari seluruh Indonesia.

Jutaan pelamar tersebut telah dilakukan verifikasi oleh instansi terkait. Dimana verifikasi administrasi para CPNS telah dilakukan sejak tanggal 16/10/2018 lalu sampai tanggal 21/10/2018.

Agar para CPNS tidak terjebak atau tertipu oleh oknum-oknum tertentu untuk mengetahui lulus dan tidaknya, maka BKN memberikan beberapa tips bagi CPNS untuk mengecek hasil verifikasi administrasinya. 

Dilansir media nasional, Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, ada tiga cara pelamar CPNS 2018 agar tidak tertipu untuk dapat mengetahui pengumuman kelulusan seleksi administrasi. 

Pertama, login ke situs SSCN atau sscn.bkn.go.id. Peserta bisa memantau hasil seleksi administrasinya dengan aman. "Caranya, masukkan nomor induk kependudukan (NIK) dan password yang telah ada ketika mendaftar," kata Ridwan.

Ia juga menyampaikan apabila peserta lulus maka diminta untuk mencetak kartu peserta untuk mengikuti seleksi selanjutnya. "Yakni seleksi kompetensi CAT (computer assisted test)," imbuhnya. 

Cara kedua untuk mengecek kelulusan, peserta juga bisa mengakses media sosial resmi BKN dan Kemen PANRB. Baik Facebook, Twitter, Instagram maupun Youtube. Jika pelamar lolos seleksi, nantinya akan tetap diarahkan ke situs SSCN untuk mencetak kartu peserta tes. 

Peserta juga bisa mengecek email pribadinya yang digunakan ketika melakukan pendaftaran. Karena pengumuman hasil seleksi administrasi juga disampaikan melalui email. 

Tiga cara tersebut bisa dilakukan peserta CPNS 2018, apabila tidak ingin terjebak dan tertipu oleh para oknum yang kerap bermunculan dalam proses seleksi CPNS. 

Bagi yang telah lulus administrasi, maka bersiaplah untuk mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) yang terbagi menjadi tiga bidang tes. Yakni,  tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelegensia umum (TIU), dan tes wawasan kebangsaan (TWK).

Dari data BKN disampaikan, untuk nilai ambang batas yang akan lulus dari SKD adalah 143 untuk TKP. Nilai 80 untuk TIU dan 75 untuk TKW.

Lantas seperti apakah yang dimaksud dengan soal-soal TKP, TIU dan TWK. 

Soal-soal dalam TKP melingkupi pelayanan publik, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, jejaring kerja, integritas diri, semangat berprestasi. Serta juga kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, bekerja mandiri dan tuntas. Dalam nilai TKP terbesar adalah 5 dan tidak ada nilai nol (0) untuk setiap jawaban. 

Maka akan sayang bila peserta tidak mengisi soal-soal TKP ini. 

Untuk soal-soal TIU lebih pada kemampuan verbal baik lisan maupun tulisan. Tes ini dimaksudkan untuk menilai intelegensia peserta seleksi. Selain juga kemampuan numerik dan figural yang biasanya peserta dites untuk menghitung dan menghubungkan angka-angka, menganalisis gambar dan simbol serta diagram. Dalam TIU setiap jawaban yang benar akan mendapat skor 5, dan yang salah nilainya nol (0).

Terakhir adalah soal TWK yaitu untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara serta hal lain berhubungan dengan NKRI.