Penutupan perempatan Jalan Bandung - Jalan Veteran menggunakan barrier untuk sementara dalam rangkaian rekayasa lalu lintas. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Penutupan perempatan Jalan Bandung - Jalan Veteran menggunakan barrier untuk sementara dalam rangkaian rekayasa lalu lintas. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bagi wisatawan atau warga luar kota yang ingin menghabiskan akhir pekan di Kota Malang mesti hati-hati dalam memperhatikan rambu lalu lintas (lalin). Pasalnya, beberapa rekayasa lalin tengah diterapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. 

Apalagi, data rekayasa itu belum terekam dalam penyedia peta jalan berbasis android seperti Google Map. Misalnya di perempatan Jalan Bandung - Jalan Bogor - Jalan Veteran. Persimpangan yang sebelumnya diatur oleh traffic light, kini ditutup. Sehingga pengendara tidak bisa melintas langsung dari Jalan Bogor Atas ke arah Jalan Simpang Bogor atau arah utara-selatan. 

Baca Juga : Pemprov Jatim Buka Posko Pendampingan Pendaftaran Program Kartu Prakerja di 56 Lokasi

Pengguna jalan mesti memutar di U-turn atau simpang balik di Jalan Veteran dan Jalan Bandung. Demikian pula kendaraan dari Jalan Garut, tidak bisa memutar di samping SPBU Jalan Bandung karena jalur tersebut ditutup. Jadi, harus mengambil lurus dan putar balik di Jalan Veteran.

Kepala Dishub Kota Malang Kusnadi mengungkapkan bahwa rekayasa lalin itu mulai diterapkan pekan ini. Rencananya, selama dua minggu akan diujicobakan terlebih dahulu. "Dicoba dulu dua minggu. Setiap hari dievaluasi, di jam-jam yang biasanya macet seperti apa," ujarnya.

Jika berhasil mengurangi kepadatan arus lalu lintas, maka rekayasa itu akan dipatenkan. Selama ini, lanjutnya, di jam-jam sibuk seperti jam berangkat dan pulang sekolah, kepadatan di Jalan Bandung ini dikeluhkan. Ini karena kendaraan harus sering terjeda traffic light. 

"Dengan mematikan lampu dan mengubah alur lalin ini diharapkan kendaraan tidak perlu berhenti dan menunggu lampu hijau," urainya. Terlebih, berdasarkan analisa awal di area perempatan tersebut sering terjadi kemacetan. 

Baca Juga : Pemkot Batu Kumpulkan Data Korban PHK Akibat Covid 19

Proses rekayasa merupakan kelanjutan dari pengaturan yang sudah dilakukan sebelumnya. Yakni menutup beberapa simpang di Jalan Soekarno Hatta (Suhat). Dari rekayasa Lalu Lintas (Lalin) tersebut, kemacetan dirasa telah berkurang. "Kan yang Jalan Suhat efeknya bagus, berkurang kepadatannya. Nanti yang di sana akan segera dipatenkan," pungkas Kusnadi.