MALANGTIMES - Peredaran kantong plastik menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Malang. Terutama sampah yang dihasilkan dari produk yang susah diurai itu. Maka dalam waktu dekat, pemerintah pun berencana untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah berupaya membuat peraturan Walikota (Perwal) yang khusus membahas tentang pengelolaan sampah. Tanpa kecuali pengelolaan sampah plastik dan kantong plastik. 

"Sampai akhir tahun ini, kami berencana membuat dua Perwal baru terkait sampah," katanya pada wartawan baru-baru ini.

Pria yang akrab disapa Bung Edi itu menyampaikan, dua perwal baru yang dimaksud tersebut adalah terkait pembatasan kantong plastik dan kebijakan strategis daerah dalam mengelola sampah. Sehingga target untuk menekan jumlah sampah dan memanfaatkan sampah untuk lebih bernilai ekonomis dapat tercapai.

Menurutnya, saat ini pengelolaan sampah memang sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2010. Namun dengan adanya Perwal, diharapkan pengelolaan sampah akan semakin terstruktur.

"Dalam satu hari, sampah yang didapatkan di Kota Malang adalah sebanyak 664,62 ton per hari. Sementara TPA kami hanya satu, maka perlu inovasi untuk mengatasi permasalahan tersebut," jelasnya.

Pria berkacamata itu juga mengatakan, kebiasaan untuk tidak menggunakan kantong plastik akan dimulai dari lingkungan Pemerintah Kota Malang sendiri. Diantaranya saat membuat jamuan yang memanfaatkan bahan yang lebih ramah lingkungan dan mudah diurai saat menjadi sampah.

"Akan dimulai dari ruangan kerja saya juga. Agar tidak banyak plastik di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Dan juga, kalau belanja itu bawa kantong sendiri, jangan kantong plastik," pungkasnya.