Ketua L2DIKTI, Suprapto (tengah) bersama Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri (kiri) dan Kapolsek Sukun, Kompol Anang Trihananta (Kanan) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Ketua L2DIKTI, Suprapto (tengah) bersama Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri (kiri) dan Kapolsek Sukun, Kompol Anang Trihananta (Kanan) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 DIKTI), Suprapto mendatangi Polres Malang Kota, Kamis (18/10/2018).

Suprapto melakukan pertemuan tertutup di ruang Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK didampingi Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta.

Belum jelas, pembahasan apa yang dilakukan dalam pertemuan tersebut. Pasalnya, pihak L2 Dikti yang terlalu banyak membeber agenda tersebut.

" Ya hanya koordinasi saja, yang jelas terkait Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama)," ungkap Suprapto yang didampingi Kapolres Malang Kota.

Namun terkait permasalahan Yayasan Unikama yang sedang berkonflik dengan rektor, pihaknya menegaskan tetap mematuhi mandat dari Kemenristekdikti yakni memberikan kewenangan kepada Yayasan Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) dalam menjalankan kampus.

"Mandat itu power, lakukan sesuatu, dia punya power, tapi jangan grusa-grusu. Harus dengan kebijakan yang tepat, jangan sampai ramai di kampus. Ketua yayasan bekerja dengan kebijaksanaannya, dan kami tetap melakukan monitor," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan pihaknya berharap agar jangan sampai hal yang tak kunjung selesai ini justru membuat marah Kemenristekdikti yang itu nanti bisa saja membahayakan Unikama.

Pasalnya bisa saja jatuh sanksi terburuk yakni pencabutan izin operasional kampus. Dan itu tentunya sangat merugikan banyak pihak, terlebih lagi ribuan mahasiswa Unikama.

" Kalau mandat tak juga dipatuhi, Kementerian akan memanggil. Pejabat Sementara (Pjs) diharapkan segera melakukan persiapan untuk pemilihan rektor definitif agar kampus bisa segera berjalan dengan baik," pungkasnya.

End of content

No more pages to load