Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri menunjukkan barang bukti ribuan pil yang disita petugas (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri menunjukkan barang bukti ribuan pil yang disita petugas (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pengembangan dari pelaku lempar pil kolpo ke dalam sel transit Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang pada 15 Oktober 2018 lalu, membuahkan hasil. Petugas justru menemukan ribuan pil koplo di rumah pelaku yang berinisial TAP alias Pecok, warga Jalan Sawojajar gang VII, Rt 4 Rw 2, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Polisi menemukan sekitar 1.700 pil koplo di tempat kos pemuda 28 tahun tersebut di Jalan Ksatrian Dalam, Rt 4 Rw 2, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Selain ribuan pil koplo tersebut, petugas juga menemukan narkoba berjenis sabu-sabu yang juga disimpan pelaku di rumahnya di Jalan Sawojajar gang VII, Rt 4 Rw 2, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

" Semua memang bermula dari kejadian pelemparan pil di PN Kota Malang itu, pelakunya kan berhasil diamankan petugas. Kemudian baru dilakukan pengembangan sampai akhirnya didapatkan hasil barang bukti yang lebih banyak," jelas Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK, (18/10/2018).

Lanjutnya, kemudian dilakukan pengeledahan di rumah pelaku dan ditemukan 17 bungkus plastik yang berisi pil yang berjumlah 1.700 tersebut. "Sedangkan untuk barang bukti yang diamankan saat pelemparan tersebut, ada 30 butir yang disimpan di dalam bungkus rokok. Itu kan dilempar dari luar sel tapi nggak sampai, akhirnya ditemukan petugas," jelasnya

Saat ini, petugas masih terus melakukan pengembangan terhadap Pecok.Hal itu untuk mengetahui asal ribuan pil tersebut.

Atas perbuatan tersebut, tersangka diancam dengan dua pasal, yakni pasal 197 subsider pasal 196 subsider pasal 198 undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. 

Selain itu juga diikenakan pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, 15 Oktober 2018 lalu, petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang berhasil menggagalkan penyelundupan pil koplo ke dalam sel transit PN Kota Malang dengan cara dilempar. 

Pil tersebut dilempar dengan disembunyikan di dalam dalam bungkus rokok dan kemudian dilempar. Namun apes saat bungkus rokok tersebut dilempar, bungkus tersebut tak sampai masuk ke dalam sel akibat membentur tralis besi. 

Mengetahui hal itu, sontak para pelaku yang saat itu menjenguk rekannya yang juga kasus narkoba, langsung berhamburan lari tunggang langgang. Namun petugas dan juga Polisi akhirnya berhasil mengamankan pelaku yang melakukan pelemparan itu.